Kataku untukmu !!!

Jangan pernah letih mengarungi samudera yang begitu luas..
Jangan takut akan badai dan ombak yang menerjang kehidupan..
Jangan lalaikan segalanya yang mudah terabaikan..
Jangan pernah takut untuk bermimpi dalam langit-Nya..

Karena kita tak akan tahu apa yang ada dalam dasarnya samudera..
Karena kita tak akan tahu bahwa terpaan badai dan deburan ombak mampu menyulam keadaan menjadi indah..
Karena kita tak akan tahu berapa lama waktu yang tersisa dalam nyatanya hidup..
Karena kita tak akan tahu banyak sinar dalam malamnya langit dan memberi songkohan yang tajam untuk tiap asa yang tertancap..

Ketahuilah,
Bahwa Sang Pencipta tak akan pernah sia-sia menciptakan langit yang berlapis dan tata surya yang mendampingi..
Bahwa sesungguhnya, hidup ini penuh dengan liku yang mengharu birukan degupan jantung dalam sanubari..
Bahwa tiap untaian keabadian di akhirat akan mampu kita tembus dengan untaian yang kita tulis di dunia..

So, Bersyukurlah dan Bertaqwalah !!!
Murnikan segala ibadah kita hanya untuk mengharapkan ridho-Nya !!!
Semangat dan tetap Istiqomah, duhai pemuda-pemudi ISLAM !!!
Tampilkan postingan dengan label Z0na_MusLim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Z0na_MusLim. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2013

Masa Lalu vs Masa Depan?

Masa Lalu 
Banyak orang yang berpendapat tentang apa itu masa lalu bagi dirinya?
Ada yang menjelaskan bahwa masa lalu itu masa yang telah kita tinggalkan dibelakang dan tidak perlu terlalu diingat tapi cukup dikenang saja. Ada juga yang berpendapat bahwa masa lalu itu bagian dari masa depan yang kaitannya cukup erat. Dan masih banyak lagi yang mempunyai pendapat yang berbeda-beda tentang apa itu masa lalu?

Rabu, 20 Maret 2013

Duhai Hati...













Duhai hati...
Ku tahu tak mudah untuk melompati pagar nan bertaring...
Tak mudah memanjat menara pisa...
Namun, ku mohon tetaplah bersabar agar dapat mengetahui bagaimana celahnya untuk mengarungi prangkai tersebut agar tak tergores luka ketika kau akan mencoba memaksakan diri untuk terjun bebas...

Jumat, 28 Desember 2012

Terbangkan Senyuman

Mencoba menjadi batu agar ku dapat kuat mengarungi dakian demi dakian perjalanan hidup yang Sang Pencipta tuliskan ke dalam takdir...
Dengan segenap derap langkah yang memilukan dan tidak akan pernah tahu kapan semuanya itu menjadi aspal yang melicinkan liku dakian...
Aku berdiri disini untuk menghirup udara yang Pencipta hadirkan...
Aku berjalan ke arah ini karena arahan Pencipta yang sudah seharusnya terturuti...
Aku berhenti dari arah ini pun karena Dia tahu ku telah rapuh...

Deras hujan yang membasahi bumi...
Rintiknya bagaikan duri tajam untuk setiap hujatan...
Dinginnnya begitu mampu menembus sampai ikatan terkecil...
Terbangun dari tidur yang melelahkan...
Bercermin pada kaca yang menyilaukan...
Berkemas untuk kepergian ke kampung halaman...

Kesalahan itu manis diawal dan akan menghujamkan pahitnya ketika tersadarkan...
Dosa itu tidak menampkkkan bekasnya dan akan tak terelakkan ketika berdiskusi panjang dengan langit...
Menjadikan satu-satunya rasa cemas yang akan terus menghantui dalam setiap bahtera...
Mungkinkah akan lari?
Ataukah berteriak menelusuri alam bebas?
Sungguh, ketetapan langkah hanya ada Dia yang membuat semuanya terasa ringan saat kesulitan menyapa...
Karena hanya karena Dia-lah yang mampu sembuhkan luka...
Karena memang Dia satu-satunya curahan hati terlimpah...
Terima kasih cinta...

Jumat, 19 Oktober 2012

Pelangiku

Bismillah...


Ketika aku mulai membuka lembaran demi lembaran hati ini ke dalam kalbu yang terdalam, sungguh ku meyakini akan keindahan sebuah mimpi dan harapan yang telah terbangun untuk dapat terwujud di suatu waktu nantinya...
Tidaklah mudah untuk sebuah hati dapat mencintai dan menerima kehadiran sosok 'asing', namun hati menyadari bahwa ada goresan pena yang mampu menyentuhnya dengan indah warnanya bak pelangi yang bersinar ketika sang hujan mereda...
Betapa kerasnya usaha hati ketika ia tahu bahwa ia harus tetap terjaga sampai waktu perayaan akbar dalam kehidupannya terselenggarakan menjadi sebuah kenyataan bukan hanya mimpi semata atau khayalan semu yang membabi buta...

Jumat, 07 September 2012

Begini Lebih Baik

Bismillah...

Aku bersyukur karena di usiaku yang genap mencapai 23 tahun, Allah menghadirkan banyak makna dalam kehidupanku. Allah mengajarkan banyak hal sekaligus memberikan rasa kuat dalam diri ini. Sehingga tanpa bantuan-Nya dalam kehidupanku maka aku akan menjadi makhluk yang tak kenal rasa syukur dan dosa.

Begitu Maha Sempurna Dia yang telah menciptakan langit dan bumi. Begitu Maha Pemurah dan Penyayang Dia yang telah memberikan makan, minum, hidup, dan mati kepada seluruh makhluk hidup di muka bumi. Allah, aku sadar betul setiap nikmat yang telah Engkau hadirkan dalam kehidupanku. Aku pun sadar bahwa setiap detik yang aku mainkan akan menjadi pertanggungjawaban yang sangat berat nantinya kelak di alam kubur. Dan aku sadar bahwa itu adalah hal yang sangat aku takutkan, kelak ketika aku harus berhadapan dengan Engkau yang Maha Segalanya.

Jumat, 13 Juli 2012

Harga MATI!!!


Dalam mengarungi sebuah kehidupan, kita laksana orang asing yang hanya tinggal sesaat di bumi-Nya. Teka-teki liku hidup pun menjadi santapan yang lezat setiap harinya. Melalui rangkaian skenario yang telah ditetapkannya ketika zaman azali. Dimana setiap kenyataan yang terjadi dalam kehidupan setiap makhluk-Nya adalah sebuah HARGA MATI yang harus bisa diterima dengan LAPANG DADA.


إِنَّ اللهَ قَدَّرَ مَقَادِيرَ الْخَلْقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ

"Sesungguhnya Allah telah menentukan seluruh takdir makhluk lima ribu tahun sebelum menicptakan langit dan bumi." (HR. Muslim No.2653 dari sahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash C)


"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptkannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (Al-Hadid: 22)

Jumat, 22 Juni 2012

Jadilah Sang Pendidik - Nasihat Seorang Ummu -

Pendidik atau guru adalah orang tua kedua bagi anak didiknya. Mau tidak mau para pendidik juga berperan besar mewarnai seorang anak. Anak laksana kertas putih yang secara fithroh bersih, suci dan orang tua serta gurulah yang berperan besar untuk mewarnai anak menjadi merah, hijau, kuning, atau perpaduan warna lainnya.

Kamis, 31 Mei 2012

Mencari Makna Sebuah Mimpi

'MIMPI' sebuah kata yang tanpa sadar ternyata telah banyak menyita pemikiran diantara insan di bumi. Lewat mimpilah terkadang, seseorang mengharapkan petunjuk yang diberikan oleh Rabbul 'alamiin. Mimpi jualah yang dijadikan patokan manusia dalam bertindak agar mimpi buruk yang dialami olehnya tidaklah menjadi kenyataan. Namun apabila mimpi itu indah, maka kita pun akan terlalaikan olehnya karena begitu banyak harapan kenyataan menjadi seperti mimpi.

Selasa, 22 Mei 2012

Kesalahan-kesalahan dalam Bulan Rajab

Makalah berikuti ini merupakan penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin, yang diangkat dari muhadharah beliau di Universitas Jami'ah Islamiyah, … pada tanggal 9 Rajab tahun 1419H, kemudian disusun dalam sebuah risalah yang berjudul At Tamassuk Bi Sunnah Wa Atsaruhu, dan diterjemahkan dengan sedikit ta’liq (tambahan) oleh Ustadz Abu Sulaiman Aris S.
________________________________________________________________________

1. Bulan Rajab, adalah satu diantara bulan haram yang empat (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, tiga bulan yang berurutan, kemudian yang keempat adalah Rajab, yang diapit oleh bulan Jumada, yakni Jumada Tsaniah dan Sya’ban). Empat bulan ini memiliki kekhususan yang sama, tanpa terkecuali bulan Rajab.


Para ulama berselisih pendapat, diantara empat ini, mana yang paling baik. Sebagian Syafi'iyah berkata: “Yang paling baik adalah Rajab”. Tetapi pendapat ini dilemahkan oleh Imam Nawawi dan yang lainnya.


Sebagian ulama berpendapat: “Bulan Muharram”. Ini adalah pendapat Al Hasan dan dikuatkan oleh Nawawi.


Sebagian ulama berkata: ”Bulan Dzulhijjah”. Pendapat ini diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair dan selainnya. Dan inilah yang lebih kuat. Demikian, sebagaimana dinukil dalam kitab Al Latha'if, karya Ibnu Rajab Al Hambali.


Saya berkata (Syaikh Ibnu Utsaimin): Pendapat ini adalah benar. Karena dalam bulan Dzulhijjah terdapat dua keistimewaan. Yaitu, Dzulhijjah termasuk bulan-bulan haji, yang padanya terdapat hari Idul Adha. Dan yang kedua, karena Dzulhijjah termasuk bulan-bulan haram.


2. Bulan Rajab adalah bulan yang diagungkan oleh orang-orang Jahiliyah, yakni mereka mengharamkan perang pada bulan-bulan tersebut, sebagaimana pada bulan-bulan haram lainnya. Kaum muslimin berbeda pendapat tentang haramnya berperang pada bulan ini.


Sebagian ulama berpendapat, bahwa haramnya berperang pada bulan ini adalah mansukh (telah dihapus hukumnya) dan boleh memulai berperang. Yaitu memerangi orang-orang kafir pada bulan Rajab dan bulan-bulan haram lainnya, karena adanya dalil-dalil yang umum dalam masalah ini.


Akan tetapi pendapat yang benar, bahwa memulai berperang pada bulan Rajab hukumnya haram. Namun jika mereka (musuh, Red.) memerangi kita, atau perang tersebut merupakan kelanjutan dari bulan-bulan sebelumnya, maka tidaklah mengapa.


3. Bulan Rajab diagungkan oleh orang-orang Jahiliyah dengan berpuasa. Akan tetapi tidak ada dalil yang shahih dari Nabi dalam masalah mengkhususkan puasa pada bulan Rajab ini.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Fatawa 25/290 berkata: Berpuasa pada bulan Rajab secara khusus diriwayatkan dari hadits-hadits yang semuanya dha'if, bahkan palsu. Sedikitpun tidak diakui oleh para ulama. Tidak termasuk dha'if yang diriwayatkan di dalam fadha'ilul a'mal, bahkan seluruhnya adalah maudhu' …,” hingga Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,”Telah diriwayatkan dari Umar dengan jalan yang shahih. Bahwa Umar memukul tangan-tangan kaum muslimin, sehingga mereka meletakkannya di atas makanan pada bulan Rajab, sambil mengatakan,”Janganlah kalian menyerupakannya dengan bulan Ramadhan.”


Dan suatu ketika, Abu Bakar Ash Shiddiq masuk ke rumahnya, dan melihat keluarganya telah membeli satu bejana tempat air. Mereka bersiap-siap untuk berpuasa. Kemudian beliau bertanya,”Untuk apakah ini?” Mereka menjawab,”Untuk berpuasa pada bulan Rajab.” Beliau berkata,”Apakah kalian ingin menyerupakannya dengan bulan Ramadhan?” Kemudian beliau memecahkan bejana tersebut.


Al Hafizh Ibnu Rajab menyebutkan atsar dari Umar, seperti yang disebutkan dalam Majmu Fatawa. Beliau menambahkan: “Dahulu, bulan Rajab begitu diagungkan oleh orang Jahiliyah. Ketika datang Islam, kemudian ditinggalkan”.


4. Bulan Rajab diagungkan oleh bangsa Arab. Mereka mengerjakan umrah pada bulan ini. Karena mereka pergi haji pada bulan Dzulhijjah. Sedangkan Rajab adalah pertengahan tahun yang dihitung dari Muharram. Oleh karena itu, mereka mengerjakan umrah, agar Ka'bah menjadi makmur dengan orang yang haji dan umrah pada pertengahan dan akhir tahun.


Ibnu Rajab di dalam Al Latha'if berkata: Disunnahkan oleh Umar untuk umrah pada bulan Rajab. Dan dahulu, 'Aisyah dan Ibnu Umar mengerjakannya. Ibnu Sirin menukilkan, bahwa dahulu, para salaf mengerjakannya. [1]


5. Pada bulan Rajab terdapat shalat yang dinamakan dengan Shalat Raghaib. Dikerjakan malam Jum'at pertama antara Maghrib dan Isya', sebanyak 12 raka'at dengan sifat yang aneh, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar di dalam kitab Tabyinul 'Ajab Bima Warada Fi Fadhli Rajab.


An Nawawi di dalam Syarah Al Muhadzdzab 3/548, berkata: "Shalat yang dikenal dengan shalat Raghaib, yaitu 12 raka’at, dikerjakan antara Maghrib dan Isya' pada malam Jum'at pertama bulan Rajab, dan demikian pula shalat Nishfu Sya'ban 100 raka’at. Kedua macam shalat ini adalah bid'ah yang munkar. Janganlah engkau tertipu dikarenakan kedua shalat ini disebutkan di dalam kitab Qutul Qulub dan Ihya' Ulumuddin. Semua hadits-hadits yang disebutkan di dalamnya adalah batil. Jangan tertipu dengan sebagian ulama yang terkena syubhat dalam masalah ini, yang mengarang suatu risalah disunnahkannya shalat ini; karena mereka salah dalam masalah ini. Dan Al Imam Abu Muhammad Abdurrahman bin Isma'il Al Maqdisi telah mengarang kitab yang menerangkan mengenai batilnya dua shalat tersebut".


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam Majmu Fatawa 23/124, berkata: “Menurut kesepakatan ulama, shalat Raghaib adalah bid'ah, tidak disunnahkan oleh Rasulullah dan (tidak pula) oleh seorangpun dari Khulafaur Rasyidin. Dan tidak dianggap sebagai sunnah oleh para imam, seperti Malik, Asy Syafi'i, Ahmad, Abu Hanifah, Ats Tsaury, Al Auza'i, Al Laits dan yang lainnya. Sedangkan menurut kesepakatan ahlul hadits, hadits-hadits yang diriwayatkan dalam hal ini adalah palsu".


Ibnu Rajab di dalam Al Latha'if, berkata: "Tidak ada (riwayat) yang sah pada bulan Rajab suatu shalat tertentu. Adapun hadits-hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan shalat Raghaib pada malam Jum'at pertama dari bulan Rajab adalah palsu dan tidak shahih".


Beliau (Ibnu Rajab) berkata: “Para ulama mutaqaddimin tidak menyebutkannya, karena hal ini ada dan muncul sesudah zaman mereka”. Pertama kali dikenal setelah tahun 400-an hijriah, sehingga tidak dikenal oleh ulama mutaqaddimin.

Asy Syaukani di dalam Al Fawa'id Al Majmu'ah, halaman 48, berkata: “Para huffazh telah sepakat, bahwasanya shalat Raghaib adalah berdasarkan hadits yang palsu. hingga beliau berkata,’Kepalsuan haditsnya tidak diragukan lagi oleh orang yang memiliki sedikit pemahaman terhadap hadits’.

Al Fairuz Abadi di dalam Al Mukhtashar, berkata, bahwa hadits tersebut palsu berdasarkan kesepakatan ulama. Demikian pula dikatakan oleh Al Maqdisi.

Asy Syaukani menyebutkan di dalam kitab tersebut satu hadits tentang keutamaan shalat pada malam pertengahan bulan Rajab, kemudian beliau mengomentari: “Diriwayatkan oleh Al Jauzqani dari Anas secara marfu'. Tetapi hadits ini adalah maudhu', dan para rawinya adalah orang-orang majhul”.

6. Pada bulan Rajab, banyak orang datang ke kota Madinah untuk berziarah. Mereka menamakannya "Rajabiyah". Mereka berkeyakinan, bahwa hal ini sebagai sunnah mu'akkadah. Mereka pergi untuk berziarah ke beberapa tempat. Sebagian dari ziarah ini disyari'atkan, seperti ziarah ke masjid Nabawi, ke masjid Quba', ke kubur Nabi, dan kubur dua orang sahabatnya (ya'ni Abu Bakar dan Umar, serta kubur para syuhada' Uhud). Dan (ziarah ini) ada yang tidak di syari'atkan, seperti ziarah ke masjid yang dinamakan masjid Ghamamah, masjid kiblatain dan masjid-masjid yang tujuh.


Ziarah Rajabiyah ini tidak ada asalnya di dalam perkataan Ahlul Ilmi. ampaklah, hal ini baru saja muncul pada masa-masa terakhir ini.


Tidak diragukan lagi, bahwa masjid Nabawi merupakan satu diantara tiga masjid yang disyari'atkan untuk ziarah kepadanya, ya'ni Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha’. Akan tetapi, mengkhususkan ziarah pada bulan tertentu, atau hari tertentu, maka hal ini memerlukan dalil, dan (sesungguhnya) tidak ada dalil yang mengkhususkan bulan Rajab dengan hal itu. Sehingga, meyakininya sebagai sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah pada bulan ini, adalah termasuk bid'ah yang tertolak. Karena sabda Rasulullah:


"من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد"


Barangsiapa yang mengerjakan suatu perbuatan yang tidak ada perintah kami, maka dia akan tertolak.


Dalam lafadz yang lain:


"من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد"


Barangsiapa yang mengada-adakan dalam perkara kami yang tidak ada perintah darinya, maka dia tertolak. (Yakni ditolak dari pelakunya).


7. Pada bulan Rajab, terjadi peristiwa Isra' dan Mi'raj, sebagaimana telah masyhur di kalangan kaum muslimin pada masa-masa terakhir ini, (yang terjadi) pada malam ke 27. Mereka mengadakan beberapa perayaan. Dan barangkali mereka menjadikan hari itu sebagai hari libur resmi. Padahal hal ini memerlukan penelitian dua masalah yang penting. Pertama, dari segi tarikh (kepastian peristiwa). Kedua, apakah dengan mengadakan perayaan ini termasuk ibadah?


Masalah yang pertama, para ulama telah berselisih pendapat. Ibnu Katsir menyebutkan di dalam kitab Al Bidayah Wan Nihayah 3/119, Cetakan Al Fajjalah, dari Az Zuhri dan Urwah: “Bahwa Isra' Mi'raj terjadi satu tahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah”. Yakni pada bulan Rabi'ul Awwal.


Dari As Suddi, beliau berkata: “Terjadi 16 bulan sebelum hijrahnya Rasulullah ke Madinah”. Yakni pada bulan Dzulqa'dah.


Al Hafizh Abdul Ghani bin Surur Al Maqdisi membawakan satu hadits, namun tidak sah sanadnya, bahwasanya Isra' Mi'raj (terjadi) pada malam 27 bulan Rajab.

Sebagian orang berkeyakinan, bahwa Isra' Mi'raj terjadi pada malam Jum'at pertama bulan Rajab. Mereka menamakan malam raghaib, yang disyari'atkan untuk shalat (shalat Raghaib), padahal tidak ada dalilnya. Wallahu a'lam. Sampai disini perkataan Ibnu Katsir.

As Saffarini menyebutkan di dalam Syarah Aqidah-nya 2/280, dari Al Waqidi dari rijalnya: Bahwa Isra' Mi'raj (terjadi) pada malam Sabtu, 17 Ramadhan tahun ke12 dari kenabian, 18 bulan sebelum hijrah. Dan diriwayatkan pula dari para gurunya, mereka berkata: Rasul diisra'kan pada malam 17 bulan Rabi'ul Awwal, satu tahun sebelum hijrah. Abu Muhammad Ibnu Hazm mengaku adanya Ijma'. Demikian ini pendapat Ibnu Abbas dan 'Aisyah.


Kemudian As Saffarini menyebutkan satu perkataan dari Ibnul Jauzi: Isra' Mi'raj terjadi pada bulan Rabi'ul Awwal, atau Rajab, atau Ramadhan.


Al Hafizh Ibnu Hajar berkata di dalam Fathul Bari 7/203, bab Al Mi'raj, dari Shahih Al Bukhari: Bahwa perbedaan ulama dalam masalah ini (terdapat) lebih dari 10 pendapat.


Diantaranya, satu tahun sebelum hijrah. Demikian ini pendapat Ibnu Sa'ad dan lainnya, dan (yang) dianggap tepat oleh An Nawawi.


Pendapat yang lain, 8 bulan sebelum hijrah, atau 6 bulan, atau 11 bulan, atau 1 tahun 2 bulan, atau 1 tahun 3 bulan, atau 1 tahun 5 bulan, atau 18 bulan, atau 3 tahun sebelum hijrah, atau 5 tahun.


Ada (pula) pendapat yang mengatakan, terjadi pada bulan Rajab. Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr, dan dikuatkan oleh An Nawawi di dalam kitab Raudhah. Akan tetapi sebagian ulama tidak menjumpainya di dalam Raudhah.


Syaikhul Islam berkata, seperti dinukil oleh muridnya Ibnul Qoyyim di dalam Zaadul Ma'ad, ketika menyebutkan keistimewaan hari-hari dan bulan tertentu daripada yang lainnya, beliau menjawab: “Orang yang mengatakan bahwa malam Isra' lebih mulia daripada malam lailatul qadar, yakni dia berkeyakinan bahwa shalat dan berdo'a pada malam Isra' yang dikerjakan setiap tahunnya lebih afdhal, maka pendapat ini adalah batil. Belum pernah dikatakan oleh seorangpun dari ummat ini. Sangat jelas kebatilannya menurut agama Islam. Hal ini, jika telah diketahui waktu terjadinya malam Isra' mi'raj dengan pasti. Namun, bagaimana jika belum diketahui dalil ynag menetapkan bulannya atau detailnya? Bahkan nukilan-nukilan dalam masalah ini terputus dan berbeda-beda. Tidak terdapat kepastian padanya, dan tidak disyari'atkan bagi kaum muslimin untuk mengkhususkan suatu shalat atau ibadah lainnya pada malam yang diyakini sebagai malam Isra' dan Mi'raj …, hingga beliau berkata: Tidak seorangpun dari kaum muslimin yang meyakini malam Isra' lebih lebih baik dari yang lainnya, terlebih dengan malam lailatul qadar. Demikian pula para shahabat dan tabi'in, mereka tidak mengkhususkan malam ini, dan mereka tidak mengenalnya. Bahkan tidak dikenal kapan terjadinya malam itu".


Ini masalah pertama yang ada kaitannya dengan Isra' Mi'raj. Telah jelas bahwa malam tersebut belum diketahui kapan terjadinya.


Adapun masalah yang kedua, yaitu menjadikan malam tersebut sebagai 'id, yang dirayakan dan diadakan muhadharah, serta dibacakan hadits-hadits yang dha'if atau palsu tentang kisah Isra' Mi'raj. Maka, tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan bid'ah yang diada-adakan di dalam agama Islam. Apabila seseorang berlepas diri dari hawa dan mengetahui dengan sebenarnya, maka perayaan-perayaan seperti ini tidak pernah dikenal pada zaman sahabat dan para tabi'in. Dalam Islam tidak ada hari raya, kecuali tiga. Yaitu idul fithri dan idul adha. Keduanya adalah ‘id yang berulang setiap tahun, sedangkan yang ketiga adalah hari Jum'at, hari raya setiap pekan. Tidak ada hari raya selain tiga ini.


Hendaknya diketahui, bahwa ittiba' Rasulullah yang sebenarnya adalah dengan berpegang teguh terhadap sunnahnya, mengerjakan yang Beliau kerjakan, meninggalkan sesuatu yang Beliau tinggalkan. Barangsiapa menambah atau mengurangi, maka telah berkurang kadar mutaba'ahnya (ketaatan) kepada Rasulullah. Menambah (permasalahan) di dalam agama lebih berat …………, karena mendahului Allah dan RasulNya. Orang yang berakal, adalah orang yang mengetahui bahwa perbuatan seperti ini merupakan bencana yang besar. Sehingga seorang mukmin yang sempurna adalah orang yang beribadah kepada Allah dengan syari'at Rasulullah. Dan seseorang mempunyai kekurangan yang besar, apabila ia menambah (sesuatu) pada syari'at Allah dan RasulNya.


Hendaknya seorang mukmin berhati-hati dari perbuatan bid'ah yang dianggap baik oleh hawa nafsunya. Karena Nabi memperingatkan kita dari hal itu, dan Beliau menyampaikannya dalam khutbah Jum'at. Beliau berkata:


أما بعد:فإن خير الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد وشر الأمور محدثاتها وكل بدعة ضلالة


Adapun sesudah itu, maka sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap bid'ah adalah sesat. (Seperti ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim. Dan dalam riwayat An Nasa'i (disebutkan):


وكل ضلالة في النار


Dan setiap kesesatan adalah di neraka.


Saya berdo'a kepada Allah untuk meneguhkan kita dengan perkataan yang kuat di dunia maupun di akhirat. Dan semoga Allah melindungi kita dari berbagai fitnah, baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Sesungguhnya Dia Maha Pemberi dan Maha Pemurah.


Tanggal 11 Rabi'ul Awwal 1425H, bertepatan tanggal 1 Mei 2004M.


[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun VIII/1425H/2004. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondanrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

_______
Footnote
[1]. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh berkata: “Bahwasanya para ulama mengingkari pengkhususan adanya memperbanyak ibadah umrah pada bulan Rajab”. Dan Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz At Tuwaijiri di dalam kitab Al Bida' Al Hauliyah, halaman 238, berkata: “Yang rajah, menurut saya -wallahu a'lam- bahwasanya mengkhususkan bulan Rajab dengan umrah itu tidak ada asalnya, karena tidak ada dalil syar'i yang mengkhususkannya. Dan Rasulullah tidak pernah mengerjakan umrah pada bulan Rajab. Seandainya hal ini terdapat keutamaan, pasti Beliau menganjurkan ummatnya, karena Beliau orang yang bersemangat untuk (berbuat) kebaikan, sebagaimana Beliau menganjurkan untuk mengerjakan umrah pada bulan Ramadhan.

Adapun yang dikatakan sunnah oleh sahabat Umar bin Khathab, maka saya belum menemukan sanadnya. Dan yang dinukil oleh Ibnu Sirin, bahwa para salaf dahulu mengerjakannya, maka tidak terdapat dalil yang mengkhususkan umrah pada bulan Rajab. Karena maksud mereka tidak untuk mengkhususkan bulan Rajab dengan ibadah umrah, tetapi maksud mereka -wallahu a'lam- ialah untuk mengerjakan haji pada satu kali safar dan mengerjakan umrah pada safar tersendiri, untuk menyempurnakan haji dan umrah, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Rajab dalam uraiannya yang dinukil Ibnu Sirin dari para salaf”.

Sabtu, 19 Mei 2012

Ummi, Izinkan Aku Menangis...

Ummi, Izinkan aku menangis...
Jika air mata yang engkau teteskan adalah karena setiap laku dan ucapku yang tak sesuai dengan harapanmu dariku sebagai anakmu...
Jika setiap hari hanya duka yang dapat ku berikan dalam sucinya cintamu menjagaku...
Jika tak dapat memberikan seuntai senyum kecil di pipimu dalam setiap waktu yang kita jalani bersama...
Jika kau temui aku berbalut dosa dalam menghadirkan rasa cinta kepadamu...

Ummi...
Senyum lelahmu terlihat jelas ketika siang berganti malam...
Ketika itu ku hanya mampu menangis melihat guratan dalam wajahmu...
Guratan yang penuh dengan kelelahan dalam menjagaku, mengasihiku, membimbingku dalam setiap waktu yang Allah amanahkan kepadamu...

Ummi...
Kau relakan kosong perutmu, haus dahagamu, hanya untuk bisa melihatku kenyang dan terhapus dahagaku...
Kau selalu sertakan diriku dalam setiap balutan air matamu ketika menghadapkan wajahmu kepada Sang Rabbul 'alamiin...
Kau tak pernah rela melihatku meneteskan air mata, apapun alasan itu...
Kau hanya ingin yang terbaik untukku dalam setiap kehidupan yang aku mainkan...

Sabtu, 18 Februari 2012

Antara Asa dan Fakta


Nasihat untuk kita semua Ikhwah, betapa pentingnya dakwah Haq ini dan sampaikanlah dengan penuh hikmah tanpa menggurui sehingga kita bisa berbicara dan bersikap dengan mengetahui dengan siapa lawan bicara kita...




Dakwah, BERTUJUAN untuk…



Mengajak … bukan … mengejek


Mengajar … bukan … meng-hajr

Membina … bukan … menghina

Menasehati … bukan … menusuk hati

DAKWAH akan LANCAR dengan…

Menabur kasih … bukan … menguburnya

Menggalang kekuatan … bukan … menggulungnya

Menerangi kebenaran … bukan … memeranginya

Menjaga hak saudara … bukan … menjegalnya

Dakwah, SEHARUSNYA bisa…

Membimbing … bukan … membimbangkan

Memajukan … bukan … memojokkan

Menganjurkan … bukan … menghancurkan

Menyadarkan … bukan … menidurkan

DAKWAH akan lebih BERKWALITAS dengan…

Tabah hadapi cobaan … bukan … tambah minta pujian

Sabar lewati rintangan … bukan… gusar hadapi tantangan

Mewujudkan amalan nyata … bukan … mengumbar kata kata 

Menuntun mad-uw … bukan … menonton mereka

DakWah, TERASA INDAH bila untuk…

Meneladani … bukan … menelanjangi

Saling memberi … bukan … saling meng-iri

Menyemangati … bukan … menyengat-mati

Mencipta rasa damai … bukan … membuat massa ramai

DAKWAH, terasa MANIS dengan…

Menebar senyum manis … bukan … mengumbar wajah sinis

Berakhlak halus … bukan … berakal bulus

Berniat tulus … bukan … berminat fulus

DAKWAH, itu UPAYA untuk…

Mempertahankan akidah … bukan … mempertuhankan kabilah

Menghidupkan sunnah … bukan … meredupkannya dg bid’ah

Menjadikan orang patuh … bukan … membuatnya jatuh

Membuat umat sembuh … bukan … menjadikannya kumat & kambuh


(oleh: Abu Rumaisa + Addariny)


============================================
Sumber: www.firanda.com

Selasa, 22 November 2011

Merekalah Inspirasiku

Bicara soal mimpi, banyak sekali impian yang ingin saya raih dan wujudkan apalagi dalam waktu dekat. Salah satu dari impian itu adalah saya ingin sekali bisa mendirikan Rumah Singgah untuk anak jalanan. Sungguh sangat ingin bisa mewujudkan impian tersebut secepat mungkin. Karena buat saya, mereka adalah inspirasi saya untuk terus berkarya. Mereka adalah dunia yang jarang sekali orang bisa menjamai jemari di dalamnya. Merekalah adalah reminder saya jika saya sedang dalam kondisi suntuk alias Bad Mood. Karena dari merekalah saya bisa terus dapat pembelajaran hidup yang tidak kalah pentingnya bak mutiara yang selalu menjadi incaran banyak mata.

Mereka selalu memasang wajah penuh dengan ceria ditengah kerasnya hidup mereka yang selalu berhadapan dengan banyak tindakan kriminal diluar sana. Mereka sama dengan kita semua, hanya saja Dewi Fortuna belum berpihak kepada mereka. Kalau saya pribadi selalu di manjakan dalam kehidupan keluaraga saya, tidak demikian dengan mereka yang selalu harus berjuang untuk setiap apa yang mereka ingini. Kalau saya bisa duduk sambil ber-online ria, maka ini sangat berbeda dengan mereka yang tidak punya waktu untuk hanya bisa merasakan fun-nya dunia online. Dan mereka selalu mencoba hadirkan senyuman di tengah penderitaan mereka sebagai anak jalanan. Bahkan yang lebih mencengangkan adalah ketika mereka TIDAK PERNAH BERHENTI UNTUK WUJUDKAN MIMPI!!!


Mereka memang tak seberuntung kita yang bisa merasakan indahnya dunia di masa anak-anak dan remaja pada umumnya, namun mereka tak mau kalah dengan kita. Mereka pun punya impian yang tak kalah jauh hebatnya dengan impian yang kita miliki. Wajah dan senyum ceria yang mereka hadirkan adalah kekuatan tersendiri untuk saya agar dapat mensyukuri setiap anugerah yang Allah hadirkan untuk saya. Merekalah Pelangi dalam Senja untuk dunia saya.
Impian ini harus terwujud karena saya sungguh menginginkan mereka bisa tetap terus tersenyum tanpa harus memikirkan kerasnya hidup di jalanan. 

Selain itu juga harapan saya dari pendirian Rumah Singgah ini, agar mereka semua menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan mempunayai keterampilan (skills) sehingga mereka bisa memanfaatkan keahlian yang mereka punya untuk membuka usaha kelak ketika mereka sudah tumbuh menjadi remaja atau dewasa. Karena bagaimanapun, mereka juga generasi bangsa ini yang harus didedikasi untuk masyarakat sekitar agar bangsa ini pun menjadi bangga karena mempunyai mereka yang patut untuk dibanggakan.

Jumat, 11 November 2011

Resume Tafsir Juz 'Amma - QS. An-Naba'

Kajian Rutin Tafsir Qur'an oleh Ust. Abu Usamah di UNJ


Materi : Tafsir Juz 'Amma


- Ayat ke-2 yang berbunyi, "Anin (tentang) naba (berita) il 'Adziim (yang besar)" penjabaran nya:
  • Berita yang di maksud adalah HARI KIAMAT.
  • Dahsyatnya hari kiamat sampai2 mengguncangkan seluruh alam dan dapat kita lihat betapa mudahnya bagi Allah menggulung langit dan bumi -kejadian yang besar-.
  • Lihat juga Q.S. Al-Zalzalah.
  • pada hari kiamat kita akan sendiri2 menelusuri padang mahsyar.
  • Kiamat besar akan terjadi ketika seluruh orang beriman meninggal bagaikan diterpa angin setiap nyawa orang2 yang beriman.
  • Lihat juga Q.S. Al-BAqarah Ayat 281 ==> ayat tersebut merupakan ayat terakhir yang turun kepada Rasulullah. Setelah ayat tersebut turun barulah Rasulullah meninggal dunia. Dari turun nya ayat terakhir ini, Rasulullah berpesan agar kepada kita ummat Muslim agar berhati2 terhadap hari yang akan ada pembalasan dari setiap perbuatan kita..
  • Lihat Q.S. Al-Hasyr : 18.
  • hal yang terpenting adalah apa yang sudah kita lakukan untuk menghadapi kiamat itu sendiri??? ==> kisah seorang sahabat yang menanyakan kepada Rasulullah,, "Wahai Rasulullah, bilamana datangnya hari kiamat itu?? Rasul pun menjawab, "Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya???" Sahabat menjawab, "Aku belum mempersiapkan apa2, ya Rasulullah,, namun aku mencintai Allah dan engkau wahai Rasulullah." Rasul menjawab, "Engkau akan berkumpul bersama orang2 yang engkau cintai".
  • Lihat Q.S. Luqman : 33 ==> Bertakwalah kepada Allah dan takutlah akan suatu hari yaitu Hari Kiamat. Mengapa harus ditakuti?? Karena ketika kiamat kita akan terpisah dari sanak keluarga, karib keraba, dll. Seorang anak tidak dapat menolong bapaknya dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu takutlah akan dahsyatnya hari ini.

- Ayat ke-3 berbunyi, "Alladzii (yang) hum (mereka) fiihii (pada (kebenaran) nya) mukhtalifuuna (berbeda pendapat)" penjabarannya :
  • para ulama berselisih tentang pendapat mengenai "Fiihii" (kebenaran) nya. "nya" yang dimaksud disini bukanlah mengenai hari kiamat, melainkan mengenai "Alqur'an". Karena pada saat itu, orang-orang kafir pun tidak mempercayai adanya hari kiamat, tapi Al-qur'an lah yang diperselisihkan oleh orang kafir. orang-orang kafir beranggapan bahwa Al-qur'an adalah dongengan yang dibuat-buat oleh Muhammad, Alqur'an merupakan bacaan para dukun, dan sebagainya.. padahal orang-orang kafir pun tahu bahwa Nabi Muhammad tidak bisa baca dan tulis. Lantas mengapa mereka bisa beranggapan seperti itu??? Bahkan untuk membuktikan kesucian Al-qur'an, Allah menanatang orang-orang kafir untuk membuat hal yang sejenis dengan Al-qur'an bahkan kalau mereka tidak bisa juga Allah menantang mereka untuk membuat satu ayat Al-qur'an saja. Dan orang-orang kafir pun menyerah dan tidak bisa membuatnya yang serupa dengan Al-qur'an. Inilah bukti kebenaran Al-qur'an dan keasliannya sampai hari akhir.



Tafsir berikutnya, datang kajian nya di pekan ke-4 tiap hari jum'at ba'da Ashar, Insya Allahu Ta'ala.

Membuka Dunia dengan Membaca

Dewasa ini, saya sudah sangat jarang melihat remaja yang berinteraksi dengan buku. Kalaupun ada, itu hanya sebagian kecil saja. Ini menjadi bukti konkrit dimana penduduk kita jauh lebih tertinggal dengan penduduk bangsa lain. Apalagi dengan maraknya dunia maya seperti Facebook, Twiteer, YM, dan masih banyak lagi yang membuat masyarakat kita terlena untuk menghabiskan waktunya hanya untuk ber-online ria. Padahal, jika waktu tersebut digunakan untuk membaca, akan banyak yang kita dapatkan untuk mengenal dunia.

Mungkin, untuk mereka yang gemar membaca akan sangat merasakan ruginya waktu mereka jika dalam sehari tidak berhadapan dengan si buku atau ruginya tidak mendapat teguran dari si buku. Mengapa demikian?? Karena dengan membaca mereka mendapatkan banyak pembelajaran yang tersurat walaupun mereka tak merasakan hal itu secara langsung. Karena lewat membacalah mereka dapat banyak pengetahuan yang terjadi saat dulu ataupun saat sekarang ini.

Tidak bisa dipungkiri begitu banyak manfaat yang akan kita dapatkan dengan membaca. Kita bisa berada di masa yang lumayan maju sekarang ini pun karena membaca. Kita bisa merasakan kemajuan teknologi pun karena berawal dari membaca. Kita bisa berinteraksi dengan dunia pun karena membaca. Dengan membaca banyak pengetahuan yang kita dapatkan. Bukan hanya itu saja, kita bisa membuka dunia pun dengan membaca. Tidak percaya??? Kita lihat contohnya di negeri-negeri maju. Mereka maju dan berkembangan karena masyarakatnya yang sangat hobby membaca. Contoh saja Jepang. Negeri ini sangat maju dan berkembang karena masyarakatnya pun selalu membiasakan diri untuk membaca dimanapun mereka berada. Bahkan ketika mereka berada di kendaraan umum saja, mereka menghabiskan waktunya utnuk membaca. Coba kita bandingkan dengan negera kita, bagaimana??

Di negera kita, jangankan untuk membaca di kendaraan umum, untuk membaca di waktu luangnya saja dirumah sangat jarang kita lihat. Kalau orang Jepang rela membuka matanya untuk membaca di kendaraan umum, namun di negeri kita tidak demikian. Mereka akan sangat memanfaatkan waktunya untuk tidur di kendaraan umum. Ironis bukan keadaan seperti ini???



Yuk, mulai sekarang kita biasakan diri kita untuk gemar membaca. Kita bangun peradaban bangsa dengan membaca. Kita perkaya diri kita dengan membaca. Kita pertajam imajinasi kita dengan membaca. Dengan begitu, kita pun dapat membuka dunia seluas mungkin sesuai dengan apa yang kita inginkan dalam meraih mimpi.

Rabu, 09 November 2011

Berwirausaha Merupakan Solusi Bagi Wanita Karir Tanpa Harus Meninggalkan Kewajiban Sebagai Ibu Rumah Tangga

Sekarang ini, hampir diluar rumah kita sudah tidak asing lagi dengan penampakan jumlah wanita yang bekerja diluar rumah lebih banyak dibandingkan dengan kaum lelakinya. Hal ini sangat ironis sekali, karena seharusnya diluar rumah adalah kewajiban para lelaki untuk bekerja keras mencari nafkah untuk keluarga. Kalau ditanya mengapa wanita lebih banyak sekarang bekerja diluar rumah, pasti jawbannya karena EMANSIPASI WANITA. Inilah pemikiran yang sangat salah oleh kita para kaum hawa. Emanispasi yang dimaksud bukan berati kita melupakan kodrat dan kewajiban utama kita sebagai seorang wanita, yaitu menjadi madrasah bagi anak dan penyejuk bagi suami dalam berumah tangga.
Banyaknya wanita yang bekerja diluar rumah sungguh membuat hati saya pilu dan berusaha keras untuk memikirkan bagaimana cara agar wanita yang memang mempunyai potensi yang sama dengan kaum lelaki dalam berpikir dan berintelektual dapat mengembangkan semua potensinya tersebut tanpa harus melegalkan semua keistimewaan pada diri wanita itu sendiri dengan bekerja di dalam rumah. Saya pun memulainya dengan nasihat seorang guru SMK saya untuk berwirausaha. Awalnya, memang saya sangat takut sekali untuk terjun ke dunia tersebut. Khawatir kalau-kalau saya rugi atau apalah yang dapat mengecilkan tekad saya untuk memulainya.
Saya pun mulai memikirkan banyak hal, mulai dari apakah pekerjaan ini baik untuk seorang wanita??, apakah pekerjaan ini bisa memanfaatkan potensi ilmu yang selama ini saya dapatkan dibangku sekolah??. Alhamdulillah, semuanya itu terjawab ketika saya mulai dengan usaha dagang gamis (baju terusan muslimah yang tidak ketat). Mulai dari memperoleh barang dagangannya sampai dengan proses penjualannya pun, Alhamdulillah tidak terlalu menyita waktu saya sebagai wanita yang mempunyai kesibukan mengurus rumah. Namun, untuk hal berbelanja masih terdapat kendala karena tidak ditemani oleh mahram jadi harus lebih berhati-hati. Namun, sejauh ini Alhamdulillah usaha yang saya jalankan tidak menyita semua waktu saya dirumah. Saya masih mempunyai waktu lumayan banyak tanpa harus berinteraksi dengan kaum lelaki yang berjibun diluar sana. Sehingga pekerjaan saya pun dapat melindungi diri saya dari fitnah diluar sana.
Namun, saya masih ironis dengan sahabat-sahabat saya yang masih bekerja diluar rumah. Bahkan, waktu kerjanya pun disamakan dengan kaum lelaki (hingga larut malam). Ini sudah sangat melanggar ketentuan dan peraturan yang ditetapkan oleh Allah Ta'ala untuk kaum hawa. Seharusnya kita semua kaum hawa berkarir di dalam rumah, karena itulah syurga untuk kaum hawa. Jika ingin membantu suami atau anggota keluarga dalam membiayai kehidupan sehari-hari, semoga berwirausaha inilah menjadi solusi keluarnya.

Senin, 15 Agustus 2011

Do'aku Untukmu, Duhai Karina

 6 Tahun yang lalu,,
Kamu baru terlahir kedunia..
Jeritan yang kencang,, membuat semua orang yang berada di dalam ruangan begitu terharu mendengarnya..
Penantian yang tak mengenal lelah untuk kehadiranmu,, duhai Karina..
Penuh cemas dan harap menanti kehadiranmu,, duhai adikku..

Tiap hari yang berjalan mengisyaratkan akan besarnya makna kehadiranmu untuk orang-orang sekelilingmu,, duhai adik kecilku yang imut..
Walau kehadiranmu,, harus di sambut dengan kepergian sosok yang begitu mencintaimu sebagai kakak..
Walau kau tumbuh tanpa harus mengenal sosok kakak yang menyayangimu..
Walau jeritanmu menghiasi hari kepergian itu..
Tapi,, kau harus tetap tumbuh menjadi sosok wanita yang kuat..
Sosok wanita yang tak mudah menyerah pada dunia..
Sosok wanita yang lembut kepada kedua orang tuamu..
Sosok wanita yang tahu akan tujuan kau terlahir kedunia ini,, duhai Karinaku sayang..

Sekarang,,
Kau telah tumbuh besar menjadi sosok anak yang cerdas dan menggemaskan bagi yang melihatmu..
Kau begitu lincah menggerakan langkah kaki ke kanan dan ke kiri..
Kau telah mengerti panggilan demi panggilan di telingamu..
Celotehmu bukan sekedar celotehan yang menghiasi dinding rumah..
Dan semua itu bukti bahwa kau telah berhasil membuat senyuman yang indah di wajah kakakmu yang berada di alam yang sunyi senyam..

Jadilah sosok wanita yang cerdas!!!
Sehingga kecerdasanmu mampu membuat orang lain mersakan makna kehadiranmu di sekitar mereka..
Jadilah sosok yang berakhlak mulia!!!
Sehingga semua orang mampu merasakan uluran lembut tanganmu hingga merasakan betapa tulusnya kau dalam kehidupan mereka..
Jadilah buah hati kesayangan dan kebanggaan Ibu dan Ayah!!!
Sehingga mereka mampu tersenyum di kala melihat wajah anak yang telah dibesarkannya mampu menjadi sosok wanita yang sesuai dengan do'a dan pengharapannya..

De,, langit akan tetap tersenyum,, jika kau pun tetap tersenyum..
Matahari akan tetap memberikan sinar dan cahayanya dalam setiap langkah yang kau ukir..
Jadi,, jangan pernah takut untuk bermimpi!!
Karena itu pun yang selalu terlihat dari sosok kakakmu yang penuh dengan jiwa perjuangan dalam merintih mimpinya..
Dia memang telah pergi,, namun,, kau adalah harapan keluarga agar kelak bisa menjadi pelipur di kala duka..
Dia memang telah tiada,, namun,, semangat juangnya akan tertanam dalam benak kita semua..

*Jadilah Mentari itu untuk kami yang menyayangimu,, duhai Karina!!!*
^_^

Senin, 01 Agustus 2011

Etika Seorang Muslim Ketika Tidur dan Bangun Tidur

Islam merupakan satu-satunya agama yang paling lengkap dalam mengatur ummatnya dalam kebaikan. Bagaimana tidak, dari kita bangun sampai kita mau tidur lagi pun Islam telah mengatur etikanya dalam tantanan yang cukup luas. Kita akan membahas tentang etika seorang muslim dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya -Insya Allah-. Pembahasan akan dilakukan secara berkala. Berikut ini kita akan membahas terlebih dahulu mengenai etika seorang muslim ketika hendak tidur dan bangun tidur.

  • Intropeksi Diri (Muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah diri sesaat sebelum tidur. Hal ini bisa meliputi kegiatan seorang muslim yang mengevaluasi segala perbuatan yang telah di lakukannya dari bangun tidur sampai hendak tidur kembali (kegiatan dari pagi-sebelum tidur). Apabila terdapat perbuatannya yang baik maka hendaknya memuji kepada Allah Ta'ala, dan sebaliknya apablia terdapat perbuatannya yang buruk, maka segerlah meminta ampunan kepada Allah Azza Wa Jalla disertai dengan taubat untuk tidak mengulangi kesalahan atau perbuatan buruknya tersebut.
  • Tidur Dini. Berdasarkan hadits yang bersumber dari Aisyah Radhiallahu 'anha, "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa Sallam tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu beliau melakukan shalat (sunnah)" (Muttafaq 'alaih)
  • Disunnahkan berwudhu sebelum tidur dan berbaring miring kesebelah kanan. Al-Bara' bin Azib Radhiallahu 'anhu menuturkan, Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa Sallam bersabda, "Apabila kamu akan tidur, maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat kemudian berbaringlah dengan miring kesebelah kanan..." Dan tidak mengapa apabila nantinya badan berbalik ke sebelah kiri.
  • Disunnahkan untuk mengibaskan seprei (alas tidur) sebelum berbaring sebanyak tiga kali. Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa Sallam bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada diatasnya..." (HR. Abu Hurairah). Di dalam riwayat lain dikatakan, "(dilakukan) tiga kali." (Muttafaq 'alaih)
  • Makruh tidur tengkurap. Abu Dzar Radhiallahu 'anhu menuturkan, "Nabi Shallallahu 'alaihi Wa Sallam pernah lewat melintasiku, di kala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda, 'Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka." (HR. Ibnu Majah dan di shaihkan oleh Al-Abani)
  • Makruh tidur di atas dak terbuka. Hal ini dikarenakan di dalam hadits yang bersumber dari Ali bin Syaiban disebutkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi Wa Sallam telah bersabda, "Barang siapa tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan (keselamatan) terhadapnya." (HR. Bukhari)
  • Menutup pintu, jendela, dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir Radhiallahu 'anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa Sallam bersabda, "Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman." (Muttafaq 'alaih)
  • Membaca Ayat Kursi, dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah, surah Al-Ikhlas dan Al-Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas)
  • Membaca doa'a-do'a dan dzikir, dimana yang shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa Sallam adalah : "Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamaba-hambaMu" 3x (HR. Abu Dawud dan shahih Al-Albani) dan juga membaca "Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup." (HR.Bukhari)
  • Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunnahkan Insya Allah berdo'a dengan do'a sebagai berikut : "Aku berlindung kepada Kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari murka-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari bisikan setan dan kehadiran mereka kepadaku. (HR. Abu Dawud dan shahih Al-Abani)
  • Dan ketika hendak bangun ucapkanlah do'a : "Alhamdulillahilladzi Ahyana ba'dama Amatana Waillahin Nusyur" yang artinya "Segala puji bagi Allah yang tidak menghiudpkan kami setelah kami dimatikan-Nya dan kepada-Nyalah kami dikembalikan." (HR. Bukhari)

Dikutip dari : Lajnah Ilmiah Darul Wathan, Etika Seorang Muslim, Darul Haq.

-Insya Allah bersambung ke Etika Muslim selanjutnya-

    Selasa, 26 April 2011

    Jujur itu Lebih Baik dan Mententramkan Jiwa

    JUJUR merupakan satu kata yang terdengar sangat simple. Oleh karena itu, banyak orang yang begitu memudahkan makna dari kata yang singkat itu. Inilah salah satu sifat manusia, terlalu membuat mudah apa yang telah di mudahkan tanpa ilmu. Bukankah kata tersebut pintu dari semua aktivitas yang kita jalani di dunia ini??

    Kejujuran merupakan harta yang sangat berharga buat semua manusia. Kejujuran pulalah yang akan menjadi awal langkah kita dalam meniti masa depan kita. Tahukah kamu bahwa Rasulullah pun mendapat gelar Al-Amin?? yang artinya orang yang terpercaya. Begitu mulianya akhlak Rasul yang telah membiasakan dirinya dari kecil untuk berlaku jujur. Dan tahukah kamu bahwa sikap jujur kita pulalah yang dapat menaklukkan musuh kita?? Lihat saja pada diri Tauladan kita semua yang dengan sikap jujurnya mampu disegani oleh kaum kafir bahkan menjadi kepercayaan mereka untuk menitipkan hartanya kepada Rasulullah.

    Bukan hanya itu saja, namun juga buat pribadi kita sendiri adalah timbulnya rasa tentram di jiwa. Hal ini jelas berbeda dengan mereka yang terbiasa untuk bersikap dusta atau munafik. Mereka dengan sifat ini akan sangat mudah diserang rasa keraguan, kecurigaan kepada orang lain, sehingga membuat hidup mereka kerap kali tidaklah nyaman layaknya dikejar-kejar maling saja. Bukankah, ketentraman jiwa adalah kunci kita melakukan segala aktivitas kita sehingga bisa memurnikan ibadah juga kepada Sang Khalik???

    Subhanallah bukan dampak dari JUJUR itu?? Lantas, apakah yang membuat kita masih ragu dalam menerapkan satu sifat ini?? Tidak akan pernah rugi buat manusia yang telah menerapkan sifat ini dalam kehidupan sehari-hari kita. Justru, akan banyak manfaat yang kita peroleh dari sifat ini. Memang sih, banyak halangan yang membuat diri kita untuk menerapkannya. Apalagi kehidupan di dunia metropolitan seperti sekarang yang lebih menghalalkan berbagai macam cara -terlepas halal atau tidaknya- yang membuat diri kita pun berpikir ulang untuk menerpakan kebiasaan seperti ini.

    Janganlah takut jika dunia menjauhi kita karena kita telah menerapkan sifat ini!!! Bukankah dunia tempat kita menarik keuntungan yang sebanyak-banyak untuk di Akhirat kelak?? Lantas, mengapa kita masih saja di ragukan dalam membiasakan JUJUR dalam hidup kita??? Allah akan membantu setiap hamba-Nya selama hamba-Nya berada dalam kooridor Syariat Islam.

    So, yuk kita terapkan sifat JUJUR dalam pribadi kita agar kita bisa menjadikan pribadi kita yang KUAT!!!

    ^_^

    Kamis, 21 April 2011

    Apa yang Salah ???

    Sering sekali kita melihat begitu banyak sosok muslim mengelilingi kehidupan kita. Wanita berjilbab pun sudah menjadi pemandangan yang tak asing lagi di sekitar kita. Namun, mengapa begitu sangat jarang kita melihat salam dan sapa diantara mereka ?? Apa karena tidak kenal antara sesama ?? Ataukah salam dan tegur itu hanya kita berikan kepada yang kita kenal atau bahkan mungkin yang dekat dengan kita ??

    Bukankah Islam sudah sangat jelas menjelaskan tentang hukum memberi salam kepada semua ummat Islam siapa saja baik yang ktia atau pun yang tidak kita kenal ?? Hal ini sesuai dengan Hadits yang di riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim :
    Abdullah bin Amru bin Al-Ash r.a. berkata : "Seorang bertanya kepada Nabi Saw., 'Apakah yang terbaik di dalam Islam??' Jawab Nabi, 'Memberi makanan dan memberi salam terhadap orang yang kau kenal dan tidak kau kenal.' "
    Lihatlah, betapa sempurnanya Islam hingga pergaulan anatara sesama pun di atur di dalamnya. Lantas, apa yang menjadikan penghalang untuk kita para ummat Muslim untuk saling menebarkan senyuman dan salam?? Bukankah senyum itu ibadah, duhai muslim??

    Kita selalu berkoar-koar untuk mendakwahkan Islam ke banyak kalangan, namun sadarkah kita dengan sikap kita yang acuh tak acuh terhadap sesama muslimlah yang akan membuat orang-orang di sekeliling kita bertanya-tanya tentang ke islaman yang kita punya. Bagaimana mereka semua akan merasa nyaman dan bahagia jika kita saja sesama orang yang paham akan ilmu Islam, namun tak mengaplikasikannya?? Ingatlah, mereka yang ammah akan ilmu Islam sungguh bahagia jika diperlakukan sebagai saudara oleh kita. "Permisalan orang yang beriman dalam kasih sayang dan kelembutannya seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit, anggota tubuh lainnya merasakan panas dan tidak bisa tidur." {HR. Bukhari}

    Subhanallah, kurang sempurna apa di Islam ini?? Mengapa kita sebagai kaum yang sudah paham dan tahu akan hal ini justru hanya berdiam diri terhadap sesama?? Jangankah saling memberi salam, menebarkan senyum pun tidak!! Hal ini sungguh ironi bukan, duhai muslim???? Apa yang salah pada diri saudara muslim kita?? Bukankah ketika kita berjalan menelusuri kota, begitu banyak kita berpapasan dengan saudara muslim kita?? Lantas, masihkah kita jalan menunduk?? Atau bersikap acuh karena kita tidak mengenal dekat?? Apakah salam itu hanya untuk saudara muslim yang kita kenal dan dekat dengan kita?? Lantas, mau di kemanakan makna Hadits diatas tersebut???

    Sadarlah, duhai muslim!!! Kita ini bersaudara!!! Kenal atau tidak, dekat atau tidak, kita tetap saudara. Saudara dalam satu akidah, saudara dalam menegakkan Agama Allah. Kita sering berteriak "BEBASKAN PALESTINA!!! MEREKA SAUDARA KAMI!!!" Namun, pernahkah kalian berpikir, "SUDAHKAH SAYA MENUNAIKAN HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI SAUDARA MUSLIM??"

    Selasa, 12 April 2011

    Ku Mengenal-Mu Selangkah demi Selangkah

    Canda tawa yang terlukis di kala masa kecilku begitu mengasyikkan bahkan mampu membuatku tersihir akan pesona alam ini dalam kurun waktu yang cukup lama. Ragam cerita yang mampu biaskan selaksa kisah yang penuh kasih dan air mata pun meruah sudah. Dan pada akhirnya mampu membawaku ke alam yang dapat menyentuhku dengan sentuhan lembut dan tentramnya jiwa raga ini.

    Masih teringat jelas dalam benakku, laku yang membuat Engkau kecewa akan hadirnya aku di dunia ini karena-Mu. Namun, sifat-Mu Yang Maha Pemurah mampu melunakan jiwaku yang keras sehingga dengan Kekuasaan-Mu jualah, Engkau ajarkan aku selangkah demi selangkah untuk mengenal Engkau lebih dekat dan mampu rasakan betapa indahnya kasih dan sayang-Mu akan kami, hamba-Mu. Layaknya bayi yang selalu ingin belajar akan kebisaannya dalam menguasai apa yang ada di sekitarnya, seperti itulah aku saat ini. Dahulu, tak sekalipun aku terbayang akan kekalnya hari-Mu ketika dunia pun sedang hiruk pikuknya memenuhi seruan-Mu Yang Maha Agung.

    Ribuan tinta tak akan pernah mampu ukirkan berapa banyak cinta dan kasih-Mu kepada kami, hamba-hambaMu. Bahkan, mampu membuat tulang belulangku menggigil tiap aku reka ulang betapa sungguh kasih-Mu tulus untuk kami hamba-hambaMu. Ketidaktahuanku dulu mampu Engkau sihir aku sehingga aku menjadi sosok yang selalu ingin tahu tentang Engkau yang telah banyak berjasa dalam kehidupanku. Engkau tak pernah biarkan hamba-hambaMu yang ingin mengenal Engkau lebih dekat bahkan kehilangan arah dalam tujuannya mencari keridhoan-Mu, Illahi Robbi. Bahkan Engkau akan menyambut dentuman kaki para hamba-Mu yang melangkah menuju cahaya-Mu dengan segala rangkulan-Mu agar hamba-Mu tersebut tak terjatuh terlalu jauh dari jangkauan jalan-Mu.


    Warna-warni yang Engkau hadirkan kemarin, sekarang dan nanti akan tetap menjadi tetesan kehidupan yang selalu menjadi indah karena Engkau tak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan para hamba-Mu, karena Engkau tak akan membiarkan hamba-Mu melangkah sendirian, karena Engkau akan selalu menyiapkan sejuta bahu untuk tempat kami bersandar, karena Engkau akan selalu menjadi tempat kami mengadu akan setiap keluh kesah yang didera. Alloh, begitu banyak Engkau ajarkan diri ini dari semua yang telah Engkau ciptakan. Semoga nafas ini akan tetap berhembus dalam siraman Iman dan Islam yang selalu menjadi penentram jiwa dan kalbu ini.