Kataku untukmu !!!

Jangan pernah letih mengarungi samudera yang begitu luas..
Jangan takut akan badai dan ombak yang menerjang kehidupan..
Jangan lalaikan segalanya yang mudah terabaikan..
Jangan pernah takut untuk bermimpi dalam langit-Nya..

Karena kita tak akan tahu apa yang ada dalam dasarnya samudera..
Karena kita tak akan tahu bahwa terpaan badai dan deburan ombak mampu menyulam keadaan menjadi indah..
Karena kita tak akan tahu berapa lama waktu yang tersisa dalam nyatanya hidup..
Karena kita tak akan tahu banyak sinar dalam malamnya langit dan memberi songkohan yang tajam untuk tiap asa yang tertancap..

Ketahuilah,
Bahwa Sang Pencipta tak akan pernah sia-sia menciptakan langit yang berlapis dan tata surya yang mendampingi..
Bahwa sesungguhnya, hidup ini penuh dengan liku yang mengharu birukan degupan jantung dalam sanubari..
Bahwa tiap untaian keabadian di akhirat akan mampu kita tembus dengan untaian yang kita tulis di dunia..

So, Bersyukurlah dan Bertaqwalah !!!
Murnikan segala ibadah kita hanya untuk mengharapkan ridho-Nya !!!
Semangat dan tetap Istiqomah, duhai pemuda-pemudi ISLAM !!!
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Duhai Hati...













Duhai hati...
Ku tahu tak mudah untuk melompati pagar nan bertaring...
Tak mudah memanjat menara pisa...
Namun, ku mohon tetaplah bersabar agar dapat mengetahui bagaimana celahnya untuk mengarungi prangkai tersebut agar tak tergores luka ketika kau akan mencoba memaksakan diri untuk terjun bebas...

Jumat, 28 Desember 2012

Terbangkan Senyuman

Mencoba menjadi batu agar ku dapat kuat mengarungi dakian demi dakian perjalanan hidup yang Sang Pencipta tuliskan ke dalam takdir...
Dengan segenap derap langkah yang memilukan dan tidak akan pernah tahu kapan semuanya itu menjadi aspal yang melicinkan liku dakian...
Aku berdiri disini untuk menghirup udara yang Pencipta hadirkan...
Aku berjalan ke arah ini karena arahan Pencipta yang sudah seharusnya terturuti...
Aku berhenti dari arah ini pun karena Dia tahu ku telah rapuh...

Deras hujan yang membasahi bumi...
Rintiknya bagaikan duri tajam untuk setiap hujatan...
Dinginnnya begitu mampu menembus sampai ikatan terkecil...
Terbangun dari tidur yang melelahkan...
Bercermin pada kaca yang menyilaukan...
Berkemas untuk kepergian ke kampung halaman...

Kesalahan itu manis diawal dan akan menghujamkan pahitnya ketika tersadarkan...
Dosa itu tidak menampkkkan bekasnya dan akan tak terelakkan ketika berdiskusi panjang dengan langit...
Menjadikan satu-satunya rasa cemas yang akan terus menghantui dalam setiap bahtera...
Mungkinkah akan lari?
Ataukah berteriak menelusuri alam bebas?
Sungguh, ketetapan langkah hanya ada Dia yang membuat semuanya terasa ringan saat kesulitan menyapa...
Karena hanya karena Dia-lah yang mampu sembuhkan luka...
Karena memang Dia satu-satunya curahan hati terlimpah...
Terima kasih cinta...

Minggu, 28 Oktober 2012

Karina Telah Tumbuh

Terlihat setegap badan dengan ukuran menggemaskan hati...
Pipi chubbynya membuat diri ingin sekali bisa menyentuhnya dengan tangan ini...
Terlihat sosok yang mendampingi sosok chubby tersebut...
Tersadar bahwa sosok itu sangat tidak asing dalam pelupuk mata...
Sosok yang menjadi orang berati untuk 'dia' yang pernah ku sayang...
Dan barulah tersadar bahwa sosok chubby itu adalah dia 'karina kecilku'...

Mata ini menahan butiran air mata yang ingin sekali terurai...
Hati ini teriuh saat melihat semua ini...
Sosoknya telah tumbuh...
Sosok karina kecil telah tumbuh menjadi sosok anak yang mulai menanjaki usia kanak-kanaknya...

Duhai kau yang berada jauh dari duniaku saat ini...
Duhai kau yang telah mendahului kami...
Duhai kau yang begitu menyayangi 'karina kecil'...
Lihatlah, sosoknya telah tumbuh...
Sosoknya bukan lagi seorang bayi yang menjerit kencang ketika mencari ibunya dalam kehausan dan kelaparan...
Sosoknya telah tumbuh menjadi wanita yang mengindahkan...
Sosoknya mengingatkanku akan kau yang telah sungguh jauh dari jangkauan ku dan 'karina kecilku'...

Rabb...
Aku bersyukur karena dia telah tumbuh menjadi wanita yang cantik...
Semoga kecantikan paras yang dimiliki akan mempercantik akhlaknya kelak ketika dia tumbuh menjadi sosok wanita dewasa yang shalilhah...
Terima kasih atas penjagaan yang telah Engkau berikan...
Semoga Engkau limpahkan kepahaman 'karin kecilku' dalam berilmu dien dan dunia...

Karina kecilku...
Dia akan tersenyum lepas ketika melihat sosokmu telah tumbuh seperti sekarang...
Dia yang menyayangimu dan sangat mengkhawatirkanmu...
Dia yang begitu bahagia saat hadirnya sosokmu dalam kehidupannya...
Dia yang ingin bisa berada disampingmu dan menemani proses tumbuh kembangmu...
Dia yang sekarang sudah pergi dan jauh dari dunia kita...
Dia yang akan tetap menyayangimu, karena kaulah 'karina kecilnya'
 

Jumat, 19 Oktober 2012

Pelangiku

Bismillah...


Ketika aku mulai membuka lembaran demi lembaran hati ini ke dalam kalbu yang terdalam, sungguh ku meyakini akan keindahan sebuah mimpi dan harapan yang telah terbangun untuk dapat terwujud di suatu waktu nantinya...
Tidaklah mudah untuk sebuah hati dapat mencintai dan menerima kehadiran sosok 'asing', namun hati menyadari bahwa ada goresan pena yang mampu menyentuhnya dengan indah warnanya bak pelangi yang bersinar ketika sang hujan mereda...
Betapa kerasnya usaha hati ketika ia tahu bahwa ia harus tetap terjaga sampai waktu perayaan akbar dalam kehidupannya terselenggarakan menjadi sebuah kenyataan bukan hanya mimpi semata atau khayalan semu yang membabi buta...

Jumat, 07 September 2012

Begini Lebih Baik

Bismillah...

Aku bersyukur karena di usiaku yang genap mencapai 23 tahun, Allah menghadirkan banyak makna dalam kehidupanku. Allah mengajarkan banyak hal sekaligus memberikan rasa kuat dalam diri ini. Sehingga tanpa bantuan-Nya dalam kehidupanku maka aku akan menjadi makhluk yang tak kenal rasa syukur dan dosa.

Begitu Maha Sempurna Dia yang telah menciptakan langit dan bumi. Begitu Maha Pemurah dan Penyayang Dia yang telah memberikan makan, minum, hidup, dan mati kepada seluruh makhluk hidup di muka bumi. Allah, aku sadar betul setiap nikmat yang telah Engkau hadirkan dalam kehidupanku. Aku pun sadar bahwa setiap detik yang aku mainkan akan menjadi pertanggungjawaban yang sangat berat nantinya kelak di alam kubur. Dan aku sadar bahwa itu adalah hal yang sangat aku takutkan, kelak ketika aku harus berhadapan dengan Engkau yang Maha Segalanya.

Rabu, 05 September 2012

Bisakah Ku Bertahan, duhai HATI

Aku tahu, tidaklah mudah menyelami samuderamu yang penuh dengan deburan ombak kencang...
Namun, ku mencoba menapakinya sedikit demi sedikit agar langkah tak terkalahkan dengan sang deburan...
Aku tahu, jalan ini terlalu membuat semua daun-daun berguguran menyerakan pantai...
Namun, ku mencoba meyakinkan hati agar dapat menyapunya dan mengindahkan kembali pantai...
Aku tahu, bulan dan bintang masih enggan menampakkan cahayanya untuk langit yang akan kita patri...
Namun, ku yakin kelak bukan hanya bulan dan bintang yang akan menyinari langit kita, tapi juga mentari dan pelangi indah itu...

Tanpamu Malaikat Kecilku, Rapuh Duniaku

Tertanggal 26 Agustus 2012...

Semenjak mengetahui kabar bahwa ibu akan ikut abang tercintaku ke Kalimantan, tepatnya Samarinda, betapa hancurnya hati ini berkeping-keping. Namun, ku tetap usahakan agar kepergian ibunda tersayangku tidak terlalu menjadi bebanku nantinya sehingga abangku dapat dengan tenang disana nantinya bersama ibundaku. Ingin sekali bisa menghalangi kepergiannya itu, namun tak ada alasanku untuk saat ini menghalangi semuanya. Yah, lagi-lagi hanya do'a yang bisa ku panjatkan kepada Pemilik Bumi dan Langit, Allah Tabarakta Ta'ala, "Rabb, jaga ibuku, jaga kakakku, jaga kakak iparku, dan jaga calon keponakanku disana yang akan mulai menjauh kembali dari jarak dekatku. Karena hanya Engkau sebaik-baik penjaga dan pelindung. Aamiin."

Jumat, 22 Juni 2012

Ketika Cinta Membuatmu Menangis

CINTA hal sangat bosan didengar dan dilantunkan tapi begitu SEMPURNA jika sedang meraskannya. Cinta merupakan kata yang mempunyai banyak makna dan arti tergantung dari si perasa cinta. Apapun definisi cinta, tidak akan menghilangkan satu khas yang ada pada cinta itu sendiri yakni PENGORBANAN.

Rabu, 13 Juni 2012

The Meaning of The Number of You

Saat berada di area keasingan dari dunia luar, terasakan betapa indahnya kesunyian dan kesepian itu. Sehingga membuat hati dan kaki pun tak ingin beranjak untuk mencari tahu ada apa saja diluar sana yang kata banyak orang 'dunia itu indah dan manis'. Namun, tetap semua itu tidak membuat jiwa ini tertarik dan lebih senang menenggelamkan dalam kesepian, hanya Allah, aku dan dinding kamar yang menjadi kawan sejati.

Selasa, 08 Mei 2012

Jika Memang Harus Hilang

Waktu demi waktu yang bergulir seiringan berganti detik...
Membuat semua yang asing menjadi terkenal...
Membuat yang jauh menjadi dekat...
Membuat yang gugur bersemi kembali...
Membuat cerita baru dalam setiap derap langkah waktu...

Selasa, 10 April 2012

Teruntuk Engkau yang Akan Menjadi Imamku, Insya Allah

Miliki aku dengan cara yang Allah ridha engkau untuk memilikiku…
Sayangi aku dengan cara yang telah Allah perintahkan dirimu dalam menyayangiku…
Jadilah pemilik tulang rusukku yang dapat menjadi penyandarnya, agar kelak aku rapuh, kau dapat mengobatinya…
Kau adalah imam untuk keluargamu, maka bersikap tegas dan bijaklah terhadap penghuni di dalamnya…

Sabtu, 03 Desember 2011

Renungan untuk Wanita

Resume Kajian oleh Ust. Abu Usaamah, Lc di Masjid Nurul 'Irfan Kampus A UNJ

Wanita dan Emansipasinya

Bicara soal wanita, mungkin bisa disamaratakan dengan kita membahas sekelumit tentang cinta karena banyaknya problematika yang menyelimuti kedua makna kata ini. Adapun alasan , mengapa tema ini dibahas??? Jawabnya adalah karena adanya selogan yang dilontarkan oleh para kaum kufar dan yahudi bahwasanya Islam telah mengekang hak-hak wanita.

Dalam kehidupan kita, terdapat tiga harta yang sangat mahal. Sangat mahal disini bukanlah bernilai secara materil kasat mata dengan nilai nominal. Namun, sangat mahal yang dimaksud adalah manfaat yang di hadirkan oleh ketiga harta ini mampu membawa kebahagiaan kita di akhirat kelak. Hal ini sesuai dengan Hadits yang berbunyi, "

لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَاناً ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآخِرَةِ

“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)

Ketahuilah duhai kaum hawa, kita adalah kaum yang paling banyak di lihat oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa sallam di dalam neraka. Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya radhiyallahu 'anhum, “ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda, “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu)

Wahai kaum wanita, janganlah marah ketika kita membaca hadits diatas atas kenyataan bahwa kitalah kaum yang banyak dijumpai oleh Rasulullah di neraka. Karena hakikatnya kaum wanita adalah kaum yang bersifat pengumpat. Pengumpat disini adalah wanita jarang sekali bersyukur akan apa yang telah diberikan oleh suaminya. Sebagian dari mereka lebih banyak mengingkari kebaikan yang telah diperbuat oleh suaminya. Ingatlah duhai kaum hawa, kedurhakaan dan kekufuran kita itulah yang menyeret diri kita masuk ke dalam jurang api neraka. Oleh sebab itu, mulailah dari sekarang ini untuk lebih banyak mensyukuri apa-apa yang diberikan oleh suami dan menutupi aib suami kita. Janganlah kita membicarakan keburukan suami kita nanti kepada sanak keluarga ataupun karib kerabat, Na'udzubillah mindzalik!!!

Duhai Akhwat, ketahuilah bahwasanya Islam TIDAK PERNAH MENGEKANG HAK WANITA!!! Namun sebaliknya, hanya ISLAM yang mampu mengatur hak-hak wanita dengan SEMPURNA. Kaum kufar dan yahudi mendokrin pemikiran kaum muslimah berpikiran seperti ini agar kita kaum wanita dapat mengekspresikan diri seenaknya saja sehingga muncullah pemikiran "Emansipasi Wanita". Dan ini adalah pemikiran yang sangat salah, duhai akhwat.
Lihatlah, bagaimana keadaan kita pada saat zaman Jahiliyah!!! Kaum wanita sama sekali tidak ada harganya. Kaum wanita dianggap sebagai aib oleh mereka. "Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. {QS. An-Nahl:58}

Bahkan lebih kejam lagi adalah pada zaman Jahiliyah, ketika mereka ingin menyuruh wanita, mereka tidak akan mengeluarkan suara mereka melainkan mereka akan memberikan isyarat kepada wanita dengan menggunakan kaki mereka, Innalillah!!! Kondisi ini pernah dilakukan oleh 'Ummar sebelum masuk ke dalam ISLAM. Namun, pemandangan seperti ini terkikis sedikit demi sedikit dengan hadirnya Islam di kalangan kaum kafir. Islam menganggap kelahiran seorang bayi laki-laki atau perempuan adalah sama. Dengan kehadiran Islamlah, harkat dan derajat wanita terangkat. Lalu, DIMANA letak ISLAM TELAH MENGEKANG HAK WANITA???

Bukanlah kekangan yang diberikan oleh Islam untuk kaum wanita, melainkan Islam MENGATUR hak-hak tersebut agar seiring berjalan. Aturan yang diberikan oleh Islam pun bukan tanpa alasan, melainkan adanya maslahat dan manfaat dari aturan yang diberlakukan tersebut. Bukti lain bahwa Islam memuliakan kedudukan wanita adalah dengan penyebutan pertama yang diperintahkan oleh Allah untuk mematuhi seorang ibu, dengan di ucapkan berturut-turut sebanyak 3x dalam kewajiban kita untuk mentaati ibu, lalu kemudian ayah. Selain itu juga, setelah kedatangan Islam, kaum wanita berhak mendapatkan warisan setelah ibu atau ayahnya meninggal dunia. Dimana pada saat zaman Jahiliyah, kaum wanita tidak sama sekali mendapatkan hak warisan.

Duhai akhwat, SADARLAH!!! Kaum kufar dan yahudi sengaja membuat pemikiran kita untuk meneriaki kata "EMANSIPASI WANITA" karena mereka ingin membuat kita semua hina dengan cara kita sendiri. Sadarlah, emansipasi yang kita usungkan hanya membuat kita semakin terpelosok ke dalam jurang kehinaan yang sangat dalam. Kita lupa akan kodrat kita sebagai wanita, kita lupa akan kewajiban kita sebagai hamba Allah yang taat, kita lalai dari waktu yang diberikan oleh Sang Pencipta, dan kita menjadi lebih terlena akan keindahan dunia yang sesaat namun pedih adzabnya akan terasa kekal di akhirat kelak.

Islam memberikan kesamarataan terhadap kaum wanita dan kaum lelaki, yakni Islam sama-sama memberikan pahala yang sama besarnya kepada masing-masing diantara mereka. Islam tidak pernah memberlakukan bahwa pahala untuk wanita sekian persen dan untuk lelaki sekian persen diatas wanita - TIDAK SAMA SEKALi- Selain itu juga Islam sama-sama memberikan ampunan bagi keduanya dengan rata tanpa adanya perbedaan dari gander mereka. Masihkah kita bilang Islam mengekang hak kita, duhai wanita??? Masihkan kita akan meneriaki "Emansipasi Wanita" dengan suara yang lantang??? Na'udzubillah Mindzalik!!!

Ketahuilah kaum muslimin bahwa mempunyai satu orang anak perempuan saja jauh lebih sulit dibandingkan mempunyai banyak anak lelaki. Hal ini dikarenakan wanita sangatlah sulit untuk diatur, sulit untuk diarahkan menjadi lebih baik, lebih banyak membangkang, dan lain sebagainya. Namun, apabila kita sebagai ibu apabila mampu merawat dan mendidik satu atau dua orang anak perempuan ke arah yang baik, maka pahalanya adalah HIJAB dari API NERAKA.

Lantas, apa yang TELAH WANITA LAKUKAN untuk ISLAM??? Sedikit sekali dari kita semua menyadari akan semua ini dan betapa pentingnya peran kita dalam kemajuan suatu negara atau bangsa. Satu-satunya cara yang dapat kita lakukan untuk Islam yang telah melindungi hak-hak wanita adalah dengan kita berbuat IHSAN untuk Islam.

NASIHAT UNTUK KAUM ADAM DALAM MEMILIH ISTRI

Duhai Ikhwan, ketika kalian ingin mencari seseorang untuk dijadikan istri kalian, maka carilah oleh kalian WANITA yang DIDAMBAKAN oleh ISLAM bukan Wanita yang di dambakan oleh kaum kufar dan yahudi. Karena itu adalah kunci awal kalian untuk bisa membina sebuah keluarga yang dapat mendatangkan kenyaman dan kelanggengan dalam keseharian.

Hal ini sungguh sangat penting, karena kelak wanita yang akan kita nikahi adalah yang akan melahirkan generasi penerus nantinya. Sehingga haruslah kalian memilih seorang wanita yang didambakan oleh Islam. Dimana mereka akan menjadikan ketakwaan kepada Rabbnya diatas segalanya sehingga mampu membuat mereka taat kepada suami sebagai pemimpin mereka.



Ciri-ciri Wanita yang Didambakan oleh ISLAM

Terdapat beberapa ciri-ciri wanita yang didambakan oleh Islam, diantaranya yang bisa dibahas kali ini adalah:
1. Bertaqwa kepada Allah Ta'ala
    Taqwa disini adalah ketaqwaan yang dilakukan oleh seorang wanita baik dalam keadaan yang sepi atau dalam keadaan yang sangat ramai sekalipun. Maka keimanan dan ketaqwaannya semakin bertambah kepada Allah Azza Wa Jalla. Ketaqwaan tersebut dapatlah terlihat dari beberapa hal dibawah ini, yakni:
- Wanita tersebut hendaklah berdiam di dalam rumah. Jika ingin keluar, maka haruslah berhijab sesuai syar'i, tidak bertabaruj (dandan berlebihan), dan ditemani oleh mahramnya.(Lihat QS. Al-Qashash ayat 23)
- Wanita tersebut tidaklah memakai wewangian. Karena Rasulullah menyamakan wanita yang memakai wewangian dengan seorang yang sedang junub.

2. Wanita yang menjaga ibadahnya kepada Allah Ta'ala
    Seorang wanita yang didambakan oleh Islam adalah kekonsistenan hatinya dalam menjaga ibadahnya kepada Allah Ta'ala dan mampu menjaga kehormatannya, taat kepada suami dan menjaga puasanya.
“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)

Semoga pembahasan ini bisa membuka hati kita agar dapat memahami hakikat kita sesungguhnya dan betapa telah sempurnanya ajaran Islam yang dibawakan oleh Baginda Nabi Muhammad.

Jumat, 11 November 2011

Jangan Legalkan Semua Atas Nama Cinta

Setiap insan di dunia ini pasti pernah merasakan apa itu arti cinta...
Namun, tak sedikit dari kita yang mampu mengalirkan cinta itu agar bermuara pada keridhaan Illahi Robbi...
Bahkan, lebih banyak melegalkan segala sesuatunya ATAS NAMA CINTA...

Sadarilah, duhai saudariku...
Kita adalah pengokoh agama kita...
Kita adalah ladang tempat bercocok tanam...
Kita adalah FITNAH TERBESAR kaum adam...
Dan kita adalah yang paling banyak menghuni di neraka jahanam...

Ketika hari-hari yang berlalu kita bisa merasakan begitu dekat dengan sosok yang kita sayangi atau kagumi atau sukai,,,
Ketika hari-hari yang berlalu melukiskan cerita manis yang sulit di lupakan oleh raga dan hati kita,,,
Ketika hari-hari yang berlalu membuat kita merasakan indahnya sesaat -kesemuan cinta-,,,
Dan hari ini adalah kenyataan, duhai saudariku!!!
Bercermin kepada hati bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya...
Bercermin kepada hati betapa salahnya diri kita ketika kita bisa merasakan begitu dekat dengan sosok yang kita kagumi, sayangi atau sukai...
Karena ketahuilah,, semua itu hanya keSEMUan yang hanya akan membawa kita kepada jurang zina yang tak kita sadari...

Bukankah,, Islam telah memberikan cara yang syar'i agar kita bisa menyalurkan perasaan kita??
Bukankah,, Islam telah menerangkan siksa yang akan kita dapatkan nantinya???
Bukankah,, semua keSEMUan hanya prisai manis yang ditawarkan oleh musuh besar kita SYAITAN??



Robb,, ampuni kami sebagai kaum yang lemah dan tak berdaya...
Disaat kami tanpa sadar memasuki area yang tak kau sukai..
Robb,, bimbinglah selalu hati kami agar kami dapat mencintai seseorang hanya untuk meraih keridhoan-Mu...
Robb,, jangan biarkan kami mendapatkan sosok yang kami sayangi dengan cara yang Engkau tak sukai sehingga kami tak dapatkan keridhoan-Mu akan perasaan fitrah ini...

Ketahuilah,, duhai saudariku...
Kerinduan kita kepada sosok yang kita sayang akan menjadi lebih indah jika kita dapat menahannya...
Sayang kita pun akan jauh lebih bernilai ketika semuanya telah halal...
Namun,, semuanya akan tak bermakna dan hanya terlihat semu jika kita legalkan semuanya ATAS NAMA CINTA...

Biarlah waktu yang menjawab semua risau, haru, dan harap kita akan sosok yang kita sayangi untuk hadir dan temani hari-hari kita kelak disaat semuanya telah halal...
Percayalah,, bahwa akan ada masa dari semua pengharapan itu untuk terwujud dalam nyatanya hari-hari kita nantinya tanpa kita harus menuntut percepatan kedatangan dari masa itu...
Karena semua akan indah pada waktunya,, Insya Allah...

*Senyum*

Kamis, 15 September 2011

Lukisan Usang Penuh Makna

Pagi itu, seisi rumah sedang sibuk mempersiapkan pindahan rumah Mbaku, tapi tak demikian aku. Aku memilih untuk sibuk dengan tugasku dirumah yaitu mencuci baju. Bukan tidak ingin membantu, hanya saja terlalu banyak tangan yang membantu malah tidak membuat suatu pekerjaan menjadi lebih efisien. Jadi, tidak semua orang berpusat pada titik sama, namun ada banyak titik yang harus difokuskan.

Ketika aku sedang enjoy  dengan cucianku, si mba pun memanggil aku, "Mal, ini punya kamu kan??" sambil si mba menunjukkan secarik kertas yang aku sendiri pun masih menebak-nebaknya isi di dalamnya. Lalu setelah aku liat secarik kertas putih tersebut, aku pun sontak terdiam. Yah, secarik kertas yang sudah 6 tahun tak terlihat. Secarik kertas yang sudah lama dibuat oleh sahabatku 6 tahun yang silam. Dan itu berati mengingatkanku akan peristiwa 6 tahun yang silam. "Oh iya, ini punya aku, mba!!!"

Aku berhenti sejenak dari aktivitas mencuciku. Aku mulai membuka secarik kertas putih yang tampak usang. Tiba-tiba, mataku mulai mengisyaratkan akan mengeluarkan butiran mutiaranya ke pipiku. "Tahan yah Mal!!!" gumamku pilu. Yah, secarik kertas itu merupakan lukisan wajah seseorang yang dibuat oleh sahabatku dikala orang yang aku sayang sedang melawan penyakit yang membahayakan dirinya. Ukiran pena yang polos, sepolos wajahnya yang membuat tenang jiwaku ketika menatapnya. Dibalik lukisan tersebut, terdapat tulisan pena sahabatku untuknya sebagai penyemangat dirinya yang sedang berjuang melawan kerasnya hidup. Dan aku pun terfokus pada satu kata yaitu -DUFAN-!!! "Robb,, kalau saja aku tahu kertas ini mengisyaratkan kepergiannya dariku, mungkin akulah orang yang akan menentang keras kepergiannya ketempat itu!!!" ucapku lirih.


Bagaimanapun, semuanya sudah terjadi dan tidak akan mungkin kembali. Air mata dan penyesalanku tak akan mengembalikan dia kepangkuan keluarganya dan aku. Lukisan itu akan aku simpan terus untukmu. Aku disini hanya ingin kau tahu bahwa semua tentangmu akan tersimpan rapi dalam sanubariku namun tak akan membuatku terlalu meratapi semua ketetapan-Nya yang indah yang sedang aku mainkan sekarang. Terima kasih buat semua kenangan indah yang kau hadirkan selama kita bersama ^_^

Kamis, 01 September 2011

Tongkatku

Setiap aku mulai mencoba dengan dunia baru tanpa bayangan masa lalu,, aku selalu terjatuh dan merasakan luka yang tak ringan..
Dan ketika aku mencoba bangun kembali dari jatuhku dan berusaha memperkuat langka meraih mimpi,, aku kembali terjatuh..
Jatuh kali ini sungguh menyakitkan sehingga membuatku berpikir beribu kali akan langkah selanjutnya..
Ketika aku sudah siap untuk bangkit dari jatuhku kembali,, aku telah mempersiapkan tongkat agar aku tak lagi terjatuh apalagi hingga terpelosok kedalam jurang yang begitu dalam..

Ada yang berubah disaat aku mengenakan tongkat dalam langkahku menelusuri jalan berimbun..
Jauh lebih tertata langkah itu,, lebih tertahan ketika hendak terjatuh,, dan ada yang memapah saat kaki lengah berjalan mendaki jalan yang berliku..
Setidaknya,, tongkat ini bermanfaat untuk menemani langkah demi langkah yang baru aku daki untuk mencapai puncak gunung nantinya..

Suatu ketika,, tongkat itu ada yang berusaha merebutnya dariku secara paksa..
Sehingga membuatku menghabiskan banyak tenaga untuk mempertahankannya dalam hidupku..
Karena aku tahu betapa berartinya kehadiran tongkat itu dalam mendampingi langkah demi langkah yang aku tahu masih sangat membutuhkan papahannya..
Dan aku sungguh bersyukur kepada Illahi Robbi,, karena aku mampu melindungi tongkat yang telah menjadi teman setiaku mengarungi krikil demi krikil dalam dakianku..

Lalu, aku kembali melanjutkan langkah demi langkah yang sempat tertunda..
Aku singgah disebuah gubuk yang membuatku sangat begitu nyaman..
Dimana pemiliknya begitu ramah menyambutku dan memperlakukan aku bak tuan putri khayangan..
Tiba-tiba,, mata ku terbelalak melihat sesosok perempuan mungil hendak menghampiri kami..
Sontak aku pun menghampiri dia yang sedang berjuang keras melangkahkan kakinya untuk sampai ke tempat kami..
Aku pun langsung membantu memapahnya dan meminjamkan tongkatku kepadanya agar dia mampu berjalan dengan lebih baik..
'Tak usah khawatir tongkat ini Insya Allah dapat membantumu'
Lama ku bertandang di gubuk,, sehingga aku harus tetap melanjutkan langkah yang tertunda kembali..
Ketika hendak mengambil kembali tongkatku,, ku tak kuasa..
Karena dia begitu menyukai tongkatku tersebut yang bisa membantunya memapah dalam berjalan..

Aku mengerti akan perasaannya saat itu..
Sehingga aku tak kuasa untuk meminta tongkatku kembali dari tangan anak teresebut..
Hanya bisa tersenyum lebar melepaskan tongkat yang sudah ku perjuangkan selama ini menemani langkahku di hari-harinya..

Bukan aku tak menginginkan kembali tongkat terebut, tapi aku hanya mencoba menciptakan senyuman karena ku tahu kau lebih membutuhkannya dari aku..
Biarlah aku berjalan tanpa tongkatku agar kau tak lagi tertatih dalam perjalanan yang masih sangat panjang..
Berlarilah dengan sangat kuat lalu bersuara saja,, karena itu cukup untuk membuatku tersenyum..
Selamat tinggal tongkat yang telah merelakan waktunya untuk memapahku selama ini..

Ku mulai lanjutkan langkah dan kali ini tanpa tongkatku..
Semoga ku mampu meneruskan selangkah demi selangkah tanpamu tongkatku..

Sabtu, 13 Agustus 2011

Sujud Syukurku

Terima Kasih Ya Robb,,

Karena Engkau telah hadirkan mereka dalam hidupku yang singkat ini..
Karena mereka mampu mengenalku lewat jiwa bukan hanya lewat mata..
Karena hari-hari yang dulu kelabu,, menjadi secercah mentari yang menyapaku di tiap pagi yang Engkau titipkan untukku..
Karena setiap detik, menit, dan jam yang berputar,, tak luput dari do'a mereka untukku..

Robb,, Izinkan Aku..
Menjadi yang terbaik untuk mereka,, karena mereka pun selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untukku..
Memberikan kebanggaan kepada mereka,, karena mereka telah berhasil membesarkanku dengan kasih sayang dan mendidikku dengan penuh amanah..
Membuat seuntai senyuman yang tak kunjung pudar oleh sang ombak yang menerjang di kala derasnya pasang air di laut-Mu..
Bersama mereka di Akhirat kelak dalam keadaan yang baik dan Engkau pun ridha kepada kami..

Tiap butiran tetes keringat mereka adalah bukti betapa kerasnya roda kehidupan yang mereka arungi untukku..
Tiap guratan wajah mereka,, membuatku sadar betapa besar cinta dan sayang mereka untukku karena-Mu,, Robbku..
Tiap tetasan air yang mengalir di setiap sujud mereka,, membangunkan aku bahwa masih banyak yang harus aku raih untuk bekal hidupku kelak ketika Engkau panggil aku..
Dan setiap itu pula aku hanya mampu menahan sesak yang mendalam ketika aku tahu bahwa aku terlahir di tengah keluarga yang begitu menyayangi dan mencintai aku dengan sepenuh jiwa mereka..

Ibu,, Terima Kasih,,
Karena engkau telah memperjuangkan hidupmu untukku,, dimana saat itu engkau belum tahu apakah aku akan menjadi anak yang penurut atau malah pembangkang..
Karena engkau mau bersusah payah mengandungku dalam kurun waktu yang tak sebentar,, sehingga engkau rela mengorbankan tenaga, waktu, dan pikiranmu agar aku dapat terlahir ke dunia fana ini..
Karena engkau jua sudah menyapihku selama 2 tahun,, sehingga aku dapat merasakan betapa besarnya kasih sayangmu lewat aliran yang mengalir di tubuhku..
Karena engkau mampu menjadi madrasah untukku,, sehingga banyak hal yang engkau ceritakan padaku untuk bekalku kelak dalam mengarungi tajamnya batu kerikil di taman luar..

Ayah,, Terima Kasih,,
Karena engkau mampu mengorbankan semua waktu yang engkau miliki untuk mencukupi lahir dan bathinku,, sehingga mampu menjadikan aku sosok yang tahu apa itu kerja keras..
Karena engkau mau memberikan gelar kebangganmu di belakang namaku,, sehingga aku di hargai ketika orang lain memandangku lemah,, dan engkau dapat merangkulku di kala aku membuatmu resah tak karuan..
Karena engkau sudah memberikan semua hal yang aku mau,, sehingga aku pun tersadar bahwa engkau hanya ingin bisa melihatku bahagia penuh canda dan tawa seperti anak pada umumnya..
Karena dirimulah,, satu-satunya lelaki yang sangat mengerti aku dengan banyak segala kekurangan dan kelebihan yang ku miliki..

Kakak,, Terima Kasih,,
Karena kalian mau menyingkirkan ego kalian untukku,, sehingga aku mengerti akan tulusnya sayang sosok kakak dalam hidupku..
Karena kalian mampu menjadi pendengar,, penasihat,, dan pengingat disaat keadaan apapun aku..
Karena kalian mau mendampingi ayah untuk mewujudkan semua impian yang aku miliki,, tak perduli apakah diri kalian susuah atau senang,, kalian hanya ingin melihat segurat senyuman di pipiku..
Karena kalian mampu memberikan setiap yang kalian punya untuk setiap kebahagiaan aku..


Ku bersyukur pada-Mu,, duhai Robbku,,
Karena Engkau telah hadirkan mereka dalam hidupku yang sarat akan makna..
Karena Engkau berhasil menjadikan mereka perantara untukku bertahan dalam suka duka kehidupan yang aku arungi..
Karena Engkau menghadirkan rasa kasih dan sayang ke dalam lubuk hati mereka dan aku,, sehingga kami dapat seiring sejalan menghadapi segala rintangan yang telah Engkau siapkan untuk kami jalani..
Karena Tanpa-Mu,, mereka tak akan pernah singgah dalam hidupku,, dan aku pun tak akan singgah di tengah kehidupan mereka..
Karena Engkau Sangat Mengerti apa yang aku dan mereka butuhkan,, bukan apa yang aku dan mereka ingini..
Karena Engkau menyayangi aku dan mereka..

Allah,, sampaikan rasa sayang dan cinta karena-Mu kepada mereka..
Perbahrui rasa sayang itu dalam hati mereka,, agar mereka tak jemu menyayangiku..
Allah,, kuatkan mereka dalam setiap kesulitan yang menghampiri..
Agar tingkatan derajat itu mampu membawa kami bertemu dengan Engkau Yang Maha Agung..
Allah,, buatlah mereka selalu tersenyum,, apapun keadaannya..
Karena semua itulah yang mampu membuatku sekuat batu karang yang tak rapuh di terjang deburan ombak..

Wallahi,, Ana Uhibbuka Fillah,, Ummi,, Abi,, dan Kakak-kakakku..
Kalian sungguh berati untukku..
Dan aku akan berusaha memuliakan kalian,, seperti yang Allah perintahkan kepadaku..

Maafkanlah aku yang masih belum bisa menjadi sosok anak dan adik yang terbaik untuk kalian..
Dan aku pun tak akan pernah bisa membalas setiap jasa yang kalian hadirkan untukku,, karena aku yakin dan percaya bahwa semuanya telah terpatri dan sulit ditandingi oleh usahaku..
Hanya do'alah yang akan mampu aku hadirkan untuk kalian kepada Sang Maha Pemilik dan Maha Berkehendak..

Sujud Syukurku kepada-Mu,, Robbku..

Rabu, 03 Agustus 2011

Percayalah, Semua akan Baik-Baik Saja

Aku tahu kalian begitu sangat mengkhawatirkan keadaanku yang kian hari kian terpuruk dalam kelutnya hati..
Aku tahu kalian begitu sangat berusaha untuk membuatku kembali ceria seperti dahulu kala..
Aku tahu setiap tetes air mata yang membasahi pipiku, selalu kalian tanyakan sehingga membuat kalian selalu membuat kalian menyangkutpautkan semuanya dengan sosok dia yang sudah lama pergi meninggalkan ku di masa sekarang ini..
Dan aku tahu bahwa semua ini adalah bukti kasih sayang kalian yang tidak akan pernah putus untuk diriku, duhai keluarga dan sahabat tersayangku..

Kalau semua orang melihatku lemah, rapuh, dan begitu sangat lemah ketika mereka mengukit dia yang sudah berada di alam yang berbeda denganku, namun, kalian berusaha untuk mempercayai aku bahwa aku bisa suatu saat nanti mengepakkan sayapku tanpa harus terkait akan dia yang sudah tenang berada di surga-Nya, Insya Allah..
Kalau semua cerita itu pasti ada awal dan akhirnya, maka begitu pula yang aku harapkan ada awal dan akhir yang indah dalam setiap langkah juangku untuk bangkit berdiri tegak tanpa dia yang biasanya berada di sampingku walau sekedar memberikan senyuman dan semangat di saatku terjatuh dalam jurang yang terdalam..
Kalau semua cinta itu membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit, maka perjuangan yang besar itu sedang aku perjuangakan dengan menerima semua ketetapan takdirku yang sudah di tulis dalam kitab-Nya dimana ku harus bisa ikhlas menjalani hari-hariku tanpa dia yang sudah mengisi indah duniaku dulu hingga saat ini..

Berbicaralah,, maka dengan itu aku akan berusaha mengerti apa yang kalian inginkan dariku..
Namun, cobalah untuk bersabar walau membutuhkan waktu yang tidak terbatas, karena tidaklah mudah untukku mewujudkan apa yang sudah ku tanggalkan dulu bersama kepergiannya dari hidupku untuk selamanya..
Bertindaklah, ketika kalian merasa aku memang sudah melampaui batas dalam penantianku di kalutnya jiwa yang tidak boleh terus menerus dalam menghadapi hidupku selanjutnya..
Dan aku sungguh bersyukur kepada Sang Pencipta, karena mampu hadirkan kalian yang selalu dengan penuh semangat kalian untuk meneriakiku 'semangat' dalam kalbu ini..
Aku dan hatiku akan mencoba menatanya kembali demi waktu yang telah Sang Pemurah berikan untukku agar aku mampu jadi sosok yang dapat memaknai apa arti hidup itu sesuai dengan tujuanku terlahir kedunia ini.. Tujuan yang terlahir ketika perjanjianku dengan-Nya 22 tahun yang silam..

Rabu, 20 Juli 2011

Untuk Hawa.....

_ƸӜƷ.¸¸✿¸.•❤•.❀.ƸӜƷ.❀.•❤•.¸✿¸¸.ƸӜƷ______________

HAWA ☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.• . . . . . . .
Andai engkau masih remaja, jadilah anak yg solehah bt kedua ibubapamu, andai engkau sudah bersuami, jadilah isteri yang meringankan beban suamimu, andai engkau masih ibu, didiklah anakmu sehingga dia tidak gentar memperjuangkan ad-din ALLAH...

HAWA ☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.• . . . . . . .
Andai engkau belum menikah, janganlah kau risau jodohmu, ingatlah janji Tuhan kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan dimulakan sebuah pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrimmu, kerana aku khuatir dari mata jatuh ke hati, maka lahirnya senyuman maka tercetusnya salam sekaligus disusuli dengan pertemuan, takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri...

HAWA ☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.• . . . . . . .
Lelaki yang baik tidak melihat pada paras rupa, lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keayuannya, lelaki yang warak, tidak menilai wanita melalui kemanjaannya serta kemampuannya mengoncang iman lelaki, tetapi, lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya, dan yang paling penting pegangan agamanya. Lelaki yang baik juga tidak menginginkan pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya, kerana dia takut memberi kesempatan kepada syaitan untuk mengodanya, lelaki yang warak juga, tidak mahu bermain cinta kerana dia tahu apa matlamat dalam sebuah pertemuan lelaki dan wanita, yakni sebuah perkahwinan.

Oleh itu HAWA ☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.• . . . . . . .
Jagalah pandanganmu, awasilah auratmu, peliharalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu. Andai ditakdirkan tiada cinta daripada adam untukmu, cukuplah hanya cinta ALLAH, yang memenuhi dan menyinari kekosongan jiwamu, biarlah hanya cinta daripada kedua ibu bapamu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta adik beradik, serta keluarga yang membahagiakan dirimu.

HAWA ☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.• . . . . . . .
Cintailah ALLAH dikala susah dan senang kerana kau akan memperolehi cinta daripada insan yang juga menyintai ALLAH. Cintailah kedua ibu bapamu kerana kau akan perolehi keredhaan ALLAH, cintailah keluargamu kerana kau tidak akan jumpa cinta yang bahagia selain daripada cinta keluarga. Janganlah sesekali tangan yang mengoncangkan dunia, juga mengoncangkan iman lelaki..


Tundukkanlah Pandanganmu ....

Dikutip dari Group Fb,, Sebutir Mutiara, Seindah Wanita Sholehah...
http/facebook.com/nurjannah/jannah57
Sebutir Mutiara,Seindah Wanita sholehah

Rabu, 15 Juni 2011

Ketika Ikhlasku Harus Bertaut dengan Hati

Masa kemarin telah berlalu. Mencoba mengikhlashkan semua yang telah terjadi dengan hati yang lapang. Ku tahu, tak semudah membalikan telapak tangan dalam melakukan "Ikhlash" itu. Ku juga tahu betul hatiku tak terbuat dari batu yang selalu bertahan dengan sikap keras dalam menghadapi aral dan rintangan. Yang aku tahu, aku hanya mencoba belajar dan terus belajar dalam menghadirkan rasa ikhlash dan sabar dalam segala situasi. Yang aku tahu, hatiku terbuat dari segumpal darah yang sangat lembut oleh Sang Pencipta.

Memang terlalu indah masa kemarin, namun yang sedang ku hadapi adalah masaku yang sekarang ini. Masa dimana aku harus banyak belajar dari orang-orang sekitarku tentang makna dan arti kehidupan itu. Masa dimana aku harus bisa tegas akan segala sesuatu yang dapat merusak imanku. Masa dimana aku mulai merasakan betapa indahnya cinta Sang Pencinta. Bukanlah masa dimana aku banyak habiskan waktu dengan percuma. Bukanlah masa dimana aku semakin larut dan terus larut dalam ketidakpastian yang dapat membuyarkan fokusku selama ini dalam meraih mimpi. Bukanlah masa dimana Allah murka akan apa yang telah aku lakukan selama ini.

Sangatlah berat ketika aku harus ikhlash dalam melepaskan hal-hal indah kemarin. Namun, keindahan itu tak akan membawaku kepada tingkat manusia yang lebih baik derajatnya. Indah sementara tak akan lebih bermakna bila dibandingkan dengan indah yang akan abadi di dalam Jannah-Nya. Keindahan yang setiap insan di muka bumi ini begitu sangat mengharapkan. Dimana bisa berjumpa dengan Rabb, Yang Maha Segalanya. Bersua dengan insan yang mulia, Baginda Muhammaad Shallallahu 'alaihi Wa Sallam beserta para sahabat dan orang-orang mukmin-mukminat.

Bukanlah karena hal itu semua terasa berat lalu aku akan berhenti untuk mencobanya. Bukanlah karena keindahan yang sesaat itulah aku mampu abaikan perintah-Nya. Bukanlah karena egoisku untuk bisa terus rasakan indahnya hari-hari kemarin, namun semua itu terlebih karena aku takut akan semua yang terjadi di masa kemarin tak dapat aku pertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak. Karena begitu sangat aku takut kalau hati ini akan lebih terluka bila keindahan kemarin terus-menerus menghiasi hari-hariku tanpa ridha illahi.

Aku ikhlash walau aku tahu belum sepenuhnya ku lakukan itu karena aku masih mencoba. Aku ikhlash melangkah tinggalkan kenangan indah masa kemarin walau aku tahu sekitarku akan mencoba menariku kembali ke arah itu. Aku ikhlash namun butuh waktu dan ku mohon pada Sang Pengabul Do'a agar tetap kuatkan tekadku. Aku ikhlash karena-Mu, Cinta Hakikiku ^_^

Minggu, 20 Maret 2011

Inginku, Kau Hadir Kembali Temaniku !!!

Kematian memang sebuah kata yang begitu sederhana, namun sering kali membuat kita merasakan begitu sesak. Apalagi disaat kita harus kembali mengenang orang yang telah pergi menghadap Sang Khalik lebih dahulu daripada kita. Ketika kehilangan orang yang kita sayang karena telah lebih dahulu menghadap Sang Khalik, hanya perasaan hampa dan sedihlah ketika kita ingat kembali makna hadirnya dalam hidup kita.

Kata siapa kalau kita tidak boleh mengenang dan merindukan orang yang telah menghadap Sang Khalik ?? Kata siapa orang yang mati itu telah pergi selama-lamanya ?? Memang sosok yang kita sayang sudahlah pergi dari alam dunia, namun bukan berati kita lupa bahwa dia pernah menujadi bagian yang indah dalam hidup kita. Memang sosok tersebut sudah tak bisa kita lihat lagi bentuk dan rupanya namun bukan berati sosok tersebut tak dapat kita rasakan kehadirannya dalam sanubari kita yang menyayanginya.

Tak semuda membalikan telapak tangan ketika kita berusaha menepis rasa rindu kepada sosok yang telah dahulu pergi ke alam berbeda. Apalagi sosok tersebut punya peran penting dalam kehidupan kita, misalkan seroang anak yang ibunya meninggal, seorang istri atau ayah yang pasangannya telah meninggal. Karena kenangan yang hadir saat bersama sosok tersebut telah terekam oleh otak kita yang mengakui bahwa memang sosok tersebut adalah sosok yang indah semasa hidupnya. Dan janganlah berusaha menepis rasa rindu kita akan sosoknya tapi berdo'alah ketika kita teringat sosoknya dan merindukan sosoknya hadir di relung jiwa.


Karena sejatinya hanya do'a yang mampu menyatukan hati orang-orang yang terpisah jarak dan waktu. Do'a mampu mendekatkan diri kita yang masih hidup dengan sosok yang telah lebih dahulu di panggil-Nya. Sehingga lewat do'a itulah rasa rindu kita akan mampu terobati karena Sang Khalik meniupkan rindu itu kembali ke relung jiwa. Seperti saat ini aku yang sedang merindukan arti hadirmu dahulu yang telah memberikan makna besar dalam hidup dan ku hanya bisa salurkan rinduku lewat do'a kepada-Nya agar Sang Khalik sampaikan rasa rinduku kepadamu yang ku sayang.