Jangan pernah letih mengarungi samudera yang begitu luas.. Jangan takut akan badai dan ombak yang menerjang kehidupan.. Jangan lalaikan segalanya yang mudah terabaikan.. Jangan pernah takut untuk bermimpi dalam langit-Nya..
Karena kita tak akan tahu apa yang ada dalam dasarnya samudera.. Karena kita tak akan tahu bahwa terpaan badai dan deburan ombak mampu menyulam keadaan menjadi indah.. Karena kita tak akan tahu berapa lama waktu yang tersisa dalam nyatanya hidup.. Karena kita tak akan tahu banyak sinar dalam malamnya langit dan memberi songkohan yang tajam untuk tiap asa yang tertancap..
Ketahuilah, Bahwa Sang Pencipta tak akan pernah sia-sia menciptakan langit yang berlapis dan tata surya yang mendampingi.. Bahwa sesungguhnya, hidup ini penuh dengan liku yang mengharu birukan degupan jantung dalam sanubari.. Bahwa tiap untaian keabadian di akhirat akan mampu kita tembus dengan untaian yang kita tulis di dunia..
So, Bersyukurlah dan Bertaqwalah !!! Murnikan segala ibadah kita hanya untuk mengharapkan ridho-Nya !!! Semangat dan tetap Istiqomah, duhai pemuda-pemudi ISLAM !!!
Berawal dari sms yang kubaca waktu pagi dari salah seorang sahabat tersayangku -sebut saja kokom, pent- "nanti malam ada acara gak? kumpul" Aku yang membaca pun spontan kegirangan. Bagaimana tidak girang, sudah lama tak berjumpa dengan mereka semua. Aku pun langsung menjawabnya dan komunikasi pun berlanjuta via fb. Masya Allah, percakapan di massage FB sudah mulai nostalgia dengan masa-masa SMEA dulu.Akhirnya, kami pun sepakat untuk mengadakan perkumpulan usai pulang kerja bertempat dirumah kontrakanku.
Untuk menunggu sampai waktu malam tiba, aku pun menyibukkan diri dengan berbagai pekerjaan rumah agar tidak terlalu terasa menunggu kehadiran sahabat-sahabat tersayang. Dan Alhamdulillah, semuanya pun terhandle sebelum kedatangan mereka semua di rumah kontrakanku yang masih rada berantakan.
Kami janjian setelah waktu Maghrib untuk berkumpulnya, namun usai shalat handphoneku pun belum menunjukkan adanya sinyal-sinyal sms dari sahabat-sahabatku tersebut untuk acara berkumpulnya. Aku pun berinisiatif untuk menelepon satu per satu sahabat-sahabatku untuk menanyakan kepada mereka dan kaget bukan kepalang ketika koordinator dari acara kumpul hari ini ternyata ketiduran. Hem, dengan penuh tawa geli akhirnya pun kami undur waktu kumpul menjadi usai waktu shalat Isya'.
Alhmadulillah, rindu kami pun terobati ketika satu per satu sahabatku menunjukkan batang hidungnya. Kami pun langsung bersanda gurau di awal perjumpaan kami sambil menunggu salah seorang kami berada di toilet. Kami serasa waktu itu masih sangat sore karena biasanya ketika kami SMEA tidak pernah berkumpul di waktu malam begini. "berasa kaya sore aja yah kita!!! hahahaaa!!!" celetuk kita bersamaan.
Yah, waktu dimana ketika kami duduk di bangku sekolah SMEA begitu terasa sangat sulitnya mendapatkan surat izin untuk keluar rumah malam hari. Dan ketika kami telah beranjak dewasa dengan seiringnya pun surat izin itu keluar tanpa harus kami menuntutnya dari orangtua kami. Dan kami pun mengerti mengapa orangtua kami belum memberikan surat izin keluar rumah di malam hari ketika itu karena memang kami terlalu remaja untuk melewati hari-hari kami di luar rumah yang memang tak pantas untuk kami jajaki dalam waktu yang belum saatnya kami terjuni.
Kami pun langsung bergegas untuk ke sebuah pasar swalayan di daerah rumahku untuk membeli makanan dan minuman untuk menjenguk salah seorang sahabat kami yang sudah sepekan lebih sakit. Perut kami yang merasakan kelaparan saat itu pun membawa langkah kami ke tukang nasi goreng. Dan sesampainya di rumah sahabat kami pun tanpa sungkan kami pun langsung ambil ancang-ancang untuk makan nasi goreng tersebut. Seketika memories saat-saat kami SMEA pun terlintas. Masa-masa dimana kami sarapan bareng dimana kita saling menunggu sendok untuk makan karena sendoknya bergantian. Sungguh, malam ini masa kebersamaan itu terekam kembali. Seolah-olah kami sedang berada di masa tersebut. Dan kami pun melanjutkan dengan makan ice cream bersama-sama.
Sangking keasyikan kumpul kami lupa waktu. Kami pun mengakhiri kumpul-kumpul kami tepat Pukul setengah sepuluh. Kebahagiaan pun terpancar dari wajah kami masing-masing. Yah, kami sungguh bersyukur karena malam ini Allah dapat menyatukan hati kami untuk dapat merasakan indahnya kebersamaan malam ini bersama sahabat-sahabat tersayang.
Terima kasih duhai sahabat yang tak lekang oleh waktu ^_^
Berawal dari perasaan Bad Mood ketika menghadiri rapat organisasi selepas waktu ashar. Akhirnya melangkahkan kaki ke warnet langganan dan mulai mengerjakan tugas yang sudah mulai deadline. Selama satu jam menurutku lumayan cukup untuk menjernihkan sejenak perasaan yang sedang bad mood. Usai dari warnet langgananku, akhirnya aku pun memutuskan untuk pulang karena teringat janji dengan calon kakak iparku untuk main kerumahnya selepas Maghrib.
Kurang lebih setengah jam menunggu bus tercinta yang dengan setia antar-jemput selama aku kuliah di Depok. Walau sering sekali dibuat BT karena lamanya kisaran waktu bus tersebut beroperasi, tapi aku berusaha untuk sabar menunggunya. Bus yang ditunggu pun telah datang. Ketika menaiki dan mulai mencari posisi duduk yang nyaman, aku melihat sosok yang membuatku tersenyum. Sosok yang membuatku selama ini begitu ingin mengenalnya lebih jauh. Sosok itu adalah perempuan bercadar. Tanpa ragu lagi aku pun langsung menempati bangku kosong di sampingnya. Senyuman hangat pun terpancar dari balik cadar ungunya.
"Assalamu'alaikum Warahamtullah Wabarakatuh, Ukhti" sapanya dengan suara yang Subhanallah lembut.
"Wa'alaikumussalam Warahamtullah Wabarakatuh, Ukhti" jawabku dengan senyuman.
Salam yang menghangatkan yang mengawali kisah itu terurai dalam satu jam perjalanan menuju Tg. Priok. Tak sungkan-sungkan perempuan bercadar itu mengajakku bercerita. Bukan bercertia tentang maraknya pengidola artis-artis korea, juga bukan tentang lagu-lagu yang sedang trend saat ini, melainkan bercerita banyak tentang bagaimana dirinya mengenal dan mencari serta beristiqomah di jalan Allah Ta'ala. Bukan hanya itu saja, tapi juga bercerita tentang arti kehidupan yang begitu singkat berjalan di atas bumi-Nya. Subhanallah, dia menceritakan betapa HIDAYAH itu memang SANGAT MAHAL dan tak semua orang mendapat hadiah istimewa tersebut.
Izinkan aku share kepada pembaca tentang dia yang baru ku kenal namun begitu sangat terasa eratnya persaudaraan.
"Dia adalah seorang wanita yang baru mengistiqomahkan dirinya di jalan Allah Ta'ala (kurang lebih sesuai perhitunganku adalah satu tahun tiga bulan - dari ceritanya -). Dia bukanlah wanita yang terlahir di kalangan keluarga yang begitu mengenal dan tahu betul akan Islam yang Haq. Dahulu, sebelum Hidayah itu datang menghampiri, dia adalah wanita yang giat bekerja untuk keluarganya di sebuah perusahaan ternama di bagian produksi (sejenis alat-alat musik). Dia dipertemukan dengan temannya yang sering mengikuti kajian para salafush shaleh dan tak jarang temannya pun mengajaknya untuk menambah pengetahuan tentang Dienul Islam. Akhirnya, dia pun mulai tertarik dan menghadiri kajian. Bukan cuma itu saja, hatinya lama kelamaan mulai tersentuh dengan isi ceramah pada Radio Rodja yang memang radio tersebut berbeda dengan saluran radio lainnya. Dimana, saluran Rodja hanya menyiarkan siaran ceramah dan tilawah qur'an tanpa ada unsur musik dan iklan. Itulah yang membuat hatinya semakin tersentuh dengan Dienul Islam sehingga memutuskan dirinya untuk mengenal lebih jauh Sang Pencipta. Setelah dirinya tahu akan ilmu yang disampaikan oleh para ulama, dirinya pun menambah yakin bahwa dirinya harus sesegera mungkin mengaplikasikannya. Karena menurutnya, hanya akan menjadi kesia-siaan jika kita mengetahui ilmu akan sesuatu namun tak di terapkan. Akhirnya, dia istiqomah dan mulai mengundurkan diri dari tempat dimana dia bekerja. Tiga tahun dirinya bekerja di tempat tersebut namun dengan alasan banyaknya ikhtilat yang terjadi di dunia kerja, membuatnya mengambil langkah ini untuk melindungi izzahnya sebagai wanita muslim. Dirinya yang belum menutup aurat pun akhirnya dengan istiqomah mulai mengenakan Hijab.
Tentang Hijab yang dipakainya, membuat tak banyak orang beranggapan miring tentang dirinya tak terkeculai keluarganya. Memang tak semudah membalikan telapak tangan untuk memberikan penjelasan kepada keluarganya tentang semua ini. Masih sangat butuh proses dan tak seinstan membuat mie instant. Mungkin hanya bisa memberikan bukti Akhlaq yang mulia kepada sang Ibu dan Ayah serta sanak keluarga yang lainnya dan juga do'a yang tak putus-putusnya agar keluarganya bisa mengizinkan dirinya istiqomah di jalan Allah Azza Wajjala. Untuk sementara waktu, dirinya memutuskan untuk mondok di salah satu pepondokan di daerah Bogor. Mulanya, sang Ibu tak memberikan izin, namun dirinya membuka usaha warung untuk ibunya. Dengan alasan agar ibu tak merasa kesepian ketika dirinya pergi mondok. Melihat niat anaknya yang begitu kekeh mondok, akhirnya sang Ibu pun mengizinkannya.
Dipondok itulah tempat dirinya bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang cantik nan elok. Hari-hari yang dijalaninya di dalam pondok membuatnya begitu sangat merasakan sifat Qana'ah dalam menjalani kehidupan. Persaudaraan yang begitu kental dan tidak ada waktu untuk dibuang-buang dengan hal yang tak bermanfaat. Setiap hari harus menghafal Al-Qur'an dan Hadits lalu muraja'ahnya. Subhanallah, semuanya itu membuat dirinya semakin istiqomah dengan jalan yang dipilihnya. Namun, setelah satu tahun, dirinya hendak keluar dari pepondokan. Dengan alasan sulitnya mengetahui kabar tentang sang ibu yang berada di rumah dan sanak family yang lainnya. Karena di pepondokan hanya di izinkan memegang alat komunikasi satu bulan sekali dan itu pun hanya beberapa jam saja. Sementara, sang ibu merindukannya dan itu membuat sang ibu sulit mengetahui kabar putrinya di pondok.
Setelah memutuskan keluar pondok, tak lantas membuat semangatnya menutut ilmu berhenti. Malahan semuanya ini menjadi langkah awal dirinya menghadapi kehidupan dunia yang semakin merajarela. Kaget dan shock ketika melihat kehidupan di dunia luar pondok yang sungguh sangat berbeda dengan kehidupan yang terjadi di pondok. Untuk pertama kalinya setelah dirinya diberikan Hidayah oleh Allah Ta'ala, dirinya merasakan canggung yang begitu hebat ketika melihat semuanya itu. Hanya mampu beristighfar melihat keadaan seperti ini. Dan kepulangannya kembali kerumah dengan Hijab yang sempurna - beserta cadar - membuat keluarganya kaget bukan kepalang. Mulanya, dia masih menyembunyikan dari keluarga tentang baju bercadarnya, namun lambat laun sang ibu melihat kondisi lemarinya yang berisikan baju bercadar. Sang ibu masih belum bisa memberikan izin untuk mengenakannya karena pemikiran sang ibu masih beranggapan bahwa pakaian tersebut adalah pakaian teroris. Semula memang belum setuju, namun sekali lagi Akhlaq sang anaklah yang mampu membuat sang ibu luluh. Sang ibu pun mulai mengizinkannya namun hanya sebatas ketika berada di luar. Karena untuk di lingkungan rumah, sang ibu masih sangat khawatir para tetangga beranggapan miring tentang anaknya. Walaupun sang ibu tahu bahwa anaknya memang telah istiqomah di jalan-Nya. "
Inilah kisah yang tertulis dari pengalaman perempuan bercadar yang aku jumpai semalam di sebuah bus tercintaku. Menghabiskan satu jam bersama dirinya menjadi penyemangat qolbu tersendiri ketika mendengar sepatah dua patah kata bahkan lebih untuk sebuah Hidayah dan Rasa Cinta yang besar kepada Rabb Yang Maha Sempurna. Subhanallah, memang benarlah janji Allah, "barang siapa yang menolong Agama Allah, pastilah Allah akan menolongnya. " Allah, sungguh aku merasakan menjadi wanita yang paling beruntung karena Engkau selalu mempertemukan aku dengan sosok-sosok yang mencintai dan menyayangi-Mu sepenuh hati mereka melebihi cinta dan sayangnya kepada dunia dan isinya. Allah, semoga aku bisa dengan segera menyusul mereka yang istiqomah. Semoga Engkau izinkan aku bersama mereka orang-orang shaleha yang dan para Ummu tercinta di akhirat kelak. Sungguh, mereka semua mampu menjadi semangatku dalam menegakkan hukum-Mu dalam kehidupanku.
Pertemuan yang akan menjadi awal perkenalan dalam ikatan ukhuwah yang Insya Allah akan berakhir indah nantinya. Perkenalan yang akan menjadi sebuah langkah awal yang mengikatkan hati antara perindu ukhuwah.
Mungkin, matahari begitu banyak mengitari bumi sehingga membuat semua peristiwa yang pernah kita alami menjadi sebuah kisah bernama "Persaudaraan". Yang berawal dari sebuah kata asing dilanjutkan dengan kenal (ta'aruf) hingga saat ini kita mengalami banyak peningkatan yaitu "Pemahaman akan pribadi masing-masing". Semua itu tidaklah semudah yang terbayangkan akal dan juga tidaklah sesulit yang dirancangkan.
Dahulu, begitu seringnya melalui masa-masa baik susah maupun senang bersama. Sehingga, diantara kita pun bisa saling mengenal satu dengan yang lainnya. Menjadikan kita merasa berharga di matanya saat memang dirinya menganggap diri kita adalah bagian dari hidupnya yaitu "saudara". Berapa banyak waktu yang kita habiskan hanya untuk mengetahui apa yang kau suka dan apa yang ku suka?? Tapi, semuanya belalu begitu saja karena memang kita merasakan "Arti Sahabat" yang tertuang di dalamnya.
Sekarang, semua kisah lama yang telah terangkum dalam bingkai "Persaudaran" membuat kita semakin mengerti betul, bahwa semua masa dimana ada pertemuan pastilah ada perpisahan akan menghampiri kehidupan kita. Hanya bisa melihat dari sebongkah kisah lama dalam album kenangan yang telah terlukis dalam "Buku Harian Bersama Sahabatku". Tawa, senyuman, air mata dan cerita nostalgia pun terekam kembali dalam benak. "Betapa indahnya ukhuwah itu saat bersama denganmu, duhai sahabatku". Begitu terasa arti hadirmu sebagai penyejuk qolbu dan membuat semuanya sehangat sentuhan mentari pagi.
Inilah, kisah tentang "Ukhuwah" yang akan selalu menjadi motivasi tersendiri dalam ingatan hati. Benarlah bahwa semua yang kita rajut atas dasar Ar-Rahman akan begitu bermakna walau hanya sebaris catatan tentang ukhwuah tersebut. Allah telah mempertemukan hati kita untuk merajut tali kasih ukhuwah agar kita bisa sama-sama saling menerapkan "Amal Ma'ruf Nahi Munkar". Sehingga, kita banyak belajar dari kehidupan bagaimana caranya UNTUNG di hari akhir. Percayalah, bukan hal yang sia-sia dalam pertemuan kita, duhai sahabatku!! Yakinlah, ukhuwah yang terjalin karena-Nya akan berakhir indah dalam Jannah-Nya.
"sungguh aku bersyukur kepada-Mu, Ya Robb, karena telah menghadirkan mereka semua dalam ikatan "My Ukhuwah" tak ada yang lebih indah selain menyayangi dan mencintai karena Allah dan berpisah pun karena-Nya"
LOVE YOU ALL MY SISTERS AND BROTHERS ^_^ CUZ ALLAH AND DON'T FORGET TO REMIND IF FALSE IN AWAY
(saling mendo'akan agar ukhuwah sesama muslim tetap terjaga dimana pun, kapan pun dan oleh siapa pun sehingga kita bisa menegakkan Dienul Islam ini bersama-sama)
Kehidupan yang kita jalani di dunia ini, mustahil tanpa adanya kerikil-kerikil tajam yang menghampiri kaki kita dalam melangkah untuk sebuah mimpi yang terukir. Besar kecilnya batu kerikil tersebut, bukanlah bukti bahwa kita adalah orang hebat ketika berhasil melaluinya. Namun, bukti itu akan tampak ketika kita bisa menjadi pemenang ketika berjumpa dengan Sang Penghisab.
Jika, dunia ini adalah ladangnya beramal, mengapa tidak kita pergunakan untuk memperdagangkan apa yang ada pada diri kita untuk memperoleh amalan yang Allah jual dengan sangat murah?? Namun, kemurahan tersebut hanya akan terasa untuk mereka yang memang benar-benar memiliki hati yang berlandaskan cinta kepada Sang Rabb. Apakah ada tempat yang lebih menguntungkan daripada Akhirat?? Itu tempat yang akan abadi untuk kita semua, tanpa terkecuali sehingga tidak akan mampu belari dari kejaran atau untaian kematian.
Akhirat menjadi tujuan akhir, lantas mengapa kita lupa bahwa ada dunia yang mengitari langkah kita untuk mencapai kekekalan hidup itu?? Lantas, mengapa haruslah kita khawatir atau bahkan takut untuk melangkah menuju semua itu?? Atau memang kita pura-pura tidak tahu dan tidak mau tahu karena malas mencari tahu. Oleh karena itu, bertahanlah seperti bintang yang tidak pernah lenggah sedikit pun membagikan cahayanya untuk kita di malam hari. Dengan selalu mengingat-Nya dalam rukuk dan sujud serta di urat nadimu, duhai saudariku ^_^
Dari sekian sosok kaum adam yang aku kenal, dirinyalah yang mampu membuatku merasakan nyaman bergaul dengannya. Berbeda karena dirinya mampu menghargaiku sebagai seorang sahabat wanitanya. Bukan hanya itu saja, melainkan dia berusaha selalu ada disetiap moment terpentingku. Perkenalan yang singkat ternyata tak menjadi jaminan bahwa kita tidak bisa mengenal sosok orang lain. Buktinya, diriku bisa mengenal sosoknya yang sekarang sudah ku anggap bagian dari sahabat terbaikku. Kami dekat sebagai sahabat dalam dekapan waktu, hari, pekan, bulan bahkan tahun.
Kalau ditanya, apakah ada perasaan selain sahabat antara kami ?? Hanya senyuman kecil yang kami lontarkan. Karena antara kami memang dipertemukan oleh Alloh sebagai sahabat yang saling mengingatkan dan mengasihi dengan sebatasnya. Perbedaan antara kami berdua pun banyak bahkan sangat banyak. Dia yang begitu hobby dengan dunia Pancaksilatnya, sementara aku begitu sangat tidak suka akan itu. Namun, semua perbedaan itu justru menjadikan kami terlibat percakapan yang tak ayal mendatangkan canda dan tawa. Yah, dia adalah satu-satunya sahabat kaum adamku untuk saat ini dan insya alloh selamanya.
Dia selalu ada di saat moment terpentingku. Dan dia juga selalu bisa membaca pikiranku apa yang ku mau. Bahkan tak jarang dia memberikan surpise yang membuatku merasa bangga diperlakukan sebagai wanita muslimah. Karena dirinya selalu ada disaat kondisi apapun aku, aku pun ingin demikian. Aku ingin bisa selalu ada di moment terpentingnya. Hanya ingin ada di saat dirinya butuh aku. Karena dia pun selalu menyediakan waktu untukku ketika ku butuh dirinya.
Terima kasih duhai sahabatku karena telah mengiringi langkahku bertahun-tahun. Nasihat dan petuah yang kerap engkau lontarkan kepadaku tak akan aku lupa karena ku tahu itu semua hal terbaik untukku. Banyak belajar dari sosokmu yang begitu rendah hati namun begitu menggelitik jiwa jika sudah bersua. Semoga persahabatan ini akan tetap terus sampai kita menutup mata.
"Bismillah !!!" ku mulai melangkahkan kaki beranjak dari rumahku menuju kampus. Hari ini adalah hari pertama UAS. Dimana matkulnya adalah "Teori Ekonomi1". Wah, tidak kebayang oleh kami semua bahwa hari ini begitu sangat menegangkan. Bagaimana tidak, materi yang di berikan belum terlalu kami kuasai dan soal kisi-kisi yang diberikan pun masih belum terlalu kami pahami. [paraaaahhhh.com]
Banyak orang bilang belajar tentang Ekonomi apalagi materi Mikro dan Makronya sudah pasti orang-orang akan geleng-geleng kepala. Masuk ruang rapi dan keluarnya penampilan tak berbentuk lagi [ahahaa]. Namun, anggapan itu ternyata mampu kami tepis. Walau awalnya pun kami berpikir sama dengan sebagian orang. Kami memulai membuka lembaran demi lembaran photocopyan yang berisikan materi-materi dan juga soal latihan. Tak lupa juga kami meminjam buku perpustakaan untuk menambah bahan referensi kami belajar. Dan sudah pasti kami pun tak tegang-tegang betul dalam belajar, sesekali kami selipi tawa dan canda agar tak terkesan mumet.
Yah, hari ini adalah hari khusus membuat kami untuk full mempelajari tentang banyak pasar output dan input. Ditambah teman-temannya yang terkenal -canda holic- jadi suasan belajar pun lebih tampak -SERSAN- alias serius santai. Kami memang sepakat untuk tidak terlalu memusingkan diri kami dalam menuntut ilmu agar tidak terkesan lupa akan kebutuhan kami dengan HUMOR kami [hihihihihi].
Berjam-jam menghabiskan waktu belajar TEKO (Teori Ekonomi) sampai lupa waktu. Menjelang waktu dzuhur pun kami sepakat menyelesaikan diskusi kami dan menuju masjid untuk menunaikan sholat jama'ah. Wah, ternyata "Teori Ekonomi" mampu membuat kami merasakan indahnya kebersamaan dan keakraban yang benar-benar berbeda. Yang biasanya masuk rapi dan keluar berantakan, tidak demikian dengan kami. Masuk tampak cantik dan keluar pun tetap cantik [hahaaaaaaaa narsis.com]
Hidup SERSAN dan Semangaattt terus buat Kuliah kita semua, kawan !!!
Bermula dari sebuah sekolah SMK Negeri yang terkenal begitu sangat favorite di daerahku. Favorite karena menurut mereka lulusan dari sekolah tersebut menghasilkan lulusan yang bonafit alias terpakai di dunia kerja. Favorite namanya tak sebanding dengan gedungnya. Gedung sekolah yang masih terlihat sempit namun kelihatan begitu asri dihiasi pepohonan yang rindang dan sejuk dipandang mata. Dengan warna hijau yang menghiasi dindingnya menambah sejuknya sekolah tersebut, namun tetap saja masih dalam ukuran mini.
Disekolah itulah kami dipertemukan. Dipertemukan dalam ikatan kasih sayang dan Insya Alloh di ridhoi-Nya. Dalam sebuah nama ukhuwah sekolah kami yaitu "RISMAKALAS" singkatan dari Rohis SMK 12. Yah, disanalah kami dipertemukan dan alhamdulillah masih di persatukan dalam ikatan ukhuwah yang erat. Dan selalu memohon agar ukhuwah persaudaraan ini tak lekang oleh waktu, amin ^_^
Awalnya, angkatan kami sungguh sangat banyak yang berminat gabung dalam Rismakalas. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu dan amanah semakin banyak di pinggul, akhirnya satu per satu pun runtuh. Sampai hanya menyisakan Tujuh Akhowat yang subhanalloh saya mengenalnya tangguh. Dan akhirnya kami pun sepakat untuk menamakan persaudaraan kami dengan sebutan "7 Bersaudara".
Kami tidak ingin persaudaraan yang telah terbina selama kami di sekolah terhempaskan begitu saja setelah kami lulus nanti. Oleh karena itu kami berusaha mengadakan pertemuan demi pertemuan di luar sekolah untuk lebih mempererat diri dengan sanak keluarga di antara kami. Dan alhamdulillah kami berhasil, Insya Alloh akan kami jaga hubungan silaturohmi ini.
Hari ini, Alhamdulillah saya dan kedua saudara dari "7 Bersaudara" mengikuti kajian di suatu tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami. Begitu sangat senang akhirnya kami bisa berkumpul bersama dalam rangka menuntut ilmu di sebuah majelis ilmu. 'aku sangat menantikan moment seperti ini. Dimana aku dan mereka bisa berkumpul dalam satu majelis ilmu'. Kami berdiskusi bersama mengenai materi yang disampaikan oleh Ustadnya. Ya memang sekali-kali diiringi dengan gurauan. (hihii *_*)
Keindahan ukhuwah pun tercipta begitu kami selesai mengikut kajian. Kami pun keluar dari Masjid dan mulai berkeliling sekitar masjid yang pada saat itu sedang banyak pedagang makanan, minuman, buku, dan baju-baju muslimah. Kami pun mengitarinya satu per satu yang dimulai dari pedagan makanan, lalu minuman, dan kemudian bertengger di tempat pedagang baju muslimah. Wah, sungguh saat makan bersama dan bercanda gurau yang tak akan bisa terganti. Sungguh sangat senang bisa menghabiskan kebersamaan bersama saudaraku seperjuangan.
Kami ingat betul massa-massa dimana kami masih tertatih-tatih dalam menelusuri ilmu dien ini. Mulai dari banyaknya perselisihan pendapat yang membuat heboh, perbedaan firkoh yang begitu terlihat, sampai membuat kami berseteru dengan alumni. Namun, Alhamdulillah semua itu dapat kami patahkan. Alloh telah meridhoi kami untuk bertemu dan bersatu dalam jalan ini, Insya Alloh. Meyakini dengan sepenuh hati bahwa memang menuntut ilmu dien dan dunia itu perlu untuk mensejahterahkan kami kelak di akhirat.
Robb, pertahankan ukhuwah yang telah terajut ini dalam jalan-Mu..
Buat kami rindu akan pertemuan kami dengan kematian agar kami senantiasa selalu ingat mengingatkan amal ma'ruf nahi munkar..
Jangan biarkan kami bersatu dan berkumpul dalam kesesatan yang sangat Engkau murkai..
Di jalan-Mu dan di rumah-Mu kami bertemu dan kami berharap di jalan-Mu pula kami berpisah..
Kami saling menyayangi Insya Alloh karena-Mu, Illahi Robbi ^__^
Pertama kali masuk kelas yang banyak orang bilang 'menakutkan' memang membuat aku merasakan ketegangan yang tak terhingga. Perasaan itu ternyata bukan hanya aku yang merasakannya, melainkan hampir semua penghuni baru kelas ini. Yah, mungkin faktor 'keberuntunganlah' yang membawa kami ke dalam suatu ruangan yang hampir semua dosen dan para mahasiswa menganggap 'best of best class'.
Awal-awalnya sih masih sangat amat kaku bergaul dengan teman-teman sekelas. Paling dekat dengan teman-teman yang berasal dari kelas yang sama. 'NOT CARE' pun dirasakan untuk pertama-tamanya bergabung dengan mereka yang smart di sebuah kelas. Individu yang membuat masing-masing diantara kami merasa tercekik di kelas tersebut. Pasalnya, jika kita berada disebuah kelas yang mendapat gelar 'best of best class' akan tertinggal jika tidak ada kerjasama dalam hal nilai, tugas dan lain sebagainya. Sampai-sampai merasakan 'KETIDAK BETAHAN' berada satu kelas.
Seiring dengan waktu berjalan, semua manset negative yang kami rasakan berubah sedikit demi sedikit. Kami mulai merasakan 'KEBERSAMAAN' di dalam kelas itu. Bukan hanya itu, aroma 'KEKELUARGAAN' pun mulai tercipta antara satu dengan yang lainnya. Tak jarang banyak tawa dan tangis yang kita rasakan bersama dalam kondisi menghadapi apapun itu. 'KEKOMPAKAN' yang sekarang menjadi prioritas kelas kami dalam melakukan apapun itu. Ya, semua itu berawal dari sebuah peristiwa yang memang semestinya terjadi demikian. Walau peristiwa tersebut membuat kami pesimis bahwa akan ada kubu demi kubu dalam kelas kami.
Ternyata kami salah. Justru dengan peristiwa tersebut kami dapat merasakan sakitnya dikecewakan dan mengecewakan teman-teman dalam satu team. Akhirnya, semua pun berlanjut sampai saat adanya 'Perlombaan Fakultas Ekonomi' Universitas kami. Perlombaan dalam rangka memperingati hari jadi Fakultas Ekonomi kampus kami. Dimana ada banyak perlombaan yang di lombakan. Rata-rata perlombaan sangat membutuhkan kerjasama dan kekompakan satu team kelas. Nah, kebersamaan itu pun makin lengket ketika kami pun mengikuti beberapa jenis perlombaan.
Kelas kami hanya memilih dua jenis perlombaan yang diikuti yaitu, 'UG Competion' dan 'Lomba Website'. Dua jenis lomba ini sangat dituntut kerjasama team dan kekompakan kelas yang mengikutinya. Hal ini jelas terbukti ketika kami mulai mencari bahan demi bahan untuk merampungkan membuat Web dan pembelajaran buat mereka yang mewakili dalam lomba 'UG Competion'. Kerja keras, air mata, tawa dan canda, kebersamaan, kegilaan dan masih banyak lagi yang terangkum dalam menyusun semua lomba tersebut.
Waktu demi waktu kami lewati dan tak terasa waktu penentuan pun sudah di ujung mata. Disaat salah seorang dari team creative web kelas kami mendapat panggilan dari salah satu dosen panitia untuk mengundang kelas kami dalam pengumuman pemenang lomba. Ya, semua rasa campur aduk layaknya gado-gado. Deg-degan, tawa, haru, harap, pesimis, PD dan masih banyak lagi rasa yang berkecambuk dalam hati yang terbungkus dalam dinginnya ruangan saat itu.
Perlombaan demi perlombaan pun satu per satu diumumkan pemenangnya oleh panitia juri. Perasaan sedih bercampur pesimis pun mulai terasa ketika hampir semua lomba usai diumumkan namun kelas kami pun belum ada satu pun mendapatkan hasil sebagai juara. Namun, dengan sikap kesabaran team creative membuat kami pun tenang walau pulang dengan tangan hampa. 'Jangan sedih dong guys !!! Kan masih ada tahun depan !!!' semangatnya.
Di ujung asa pun tinggal satu jenis perlombaan yang belum diumumkan yaitu 'UG Competion'. Dan ketika diumumkan juara 3 dan 2, membuat kami membangun kembali harapan kami bahwa kami menang. Dan semua itu pun terwujud nyata. Ketika panitia juri mengumumkan Juara 1 yaitu kelas kami "2EB01". Sorak kegirangan dan haru tangis pun mewarnai peristiwa itu. Perjuangan yang tak sia-sia yang dilakukan oleh perwakilan kami. Mereka harus berjuang dikala semua sedang sibuk mempersiapkan UTS. Hal yang menjadi goresan kebanggan untuk kami melihat kegigihan mereka menghadapi semuanya.
Sungguh, seperti mimpi kelas kami bisa membawa Piala dan Tropi penghargaan sebagai Juara 1. Keberhasilan kami pun tak lepas dari dukungan Wali Kelas kami. Tanpa Beliau, kami tidak mungkin seoptimis ini mengikuti perlombaan. Beliau adalah sosok ibu yang ramah, pengertian dan bijaksana. Kami seperti ibu dan anak kalau berkumpul. Terima kasih ya ibu sudah mendukung kami dan telah percaya kepada kami. Piala ini terkhusus untukmu yang tak henti-hentinya memberikan kami anak-anakmu semangat yang luar biasa.
'Hongkong tak jadi tapi Ciamis bolehlah !!!' Sorak kami kegirangan dan membuat planing perayaan bersama teman-teman sekelas dan wali kelas. Kami sangat berharap kekompakan, kebersamaan dan kekeluargaan kami tidak hanya sampai disini melainkan lebih ditingkatkan lagi seperti kakak-kakak senior kami yang masih tetap terlihat kompaknya.
'BRAVO 2EB01 !!! THESE ARE THE FIRST FROM ANY PROBLEM WHICH WILL WE TO LEAVE TOGETHER !!! KEEP SPIRIT, SMILE, AND TEAM WORK ALWAYS AND FOREVER !!!'
Biasanya, orang lebih betah dengan sahabat antara wantia dengan wanita. Tak jarang ada juga yang malah lebih betah bersahabat dengan pria. Siapa pun orang yang kita percaya untuk menjadi sahabat kita, berati orang tersebut insya alloh memang yang kita percaya mampu membagi suka duka kita dalam hidup. Mau wanita ataupun pria mungkin secara kasat mata tidaklah terlalu bermaslah. Tapi, ada pengecualian jika persahabatan itu kita memilih dengan kaum pria. Haruslah ada batasan-batasan dalam sikap dan saling menghargai antara si sahabat wanita dengan si sahabat pria.
Begitu juga dengan aku dan ketiga sahabat bermainku. Aku mempunyai tiga sahabat bermain yang insya alloh aku percaya. Mereka adalah Firda Bahalwan yang kerap kali kami panggil "Endo", Asri Nuraeni yang disapa "Iii" dan yang teakhir adalah seorang pria yang paling ganteng diantara kami berempat yaitu Tirta Yadi yang suka di panggil "Tirta". Dalam persahabatan kami sungguh sangat unik dimana diantara kami mempunyai karakteristik yang sudah bisa orang kenali bahwa itu diri kami masing-masing. Misalkan Aku yang orang bisa melihat dari penampilanku yang muslimah dan terbiasa tampil apa adanya serta paling suka berjalan kaki kalau kemana-mana. heheheee.... Sementara, "Endo" seorang wanita muslimah yang modis. Kalau dibandingkan dengan aku sudah pasti aku kalah modis dengannya. Terutama wajah arabnya yang begitu mengental di dalam dirinya. Beda halnya dengan "Iii", dia orangnya paling betah dengan celana boxernya. Walaupun aku dan Endo sudah sering menasihatinya untuk menanggalkan celana boxernya itu, tetap saja dia masih cengengesan. (huhufff...) Nah, bagaimana dengan Tirta ??? Tirta itu selalu tampil sederhana bahkan sangat sederhana. Kalau orang yang hanya melihatnya sekilas dari penampilan, maka sudah pasti beranggapan kalau dia seperti anak yang ala kadarnya saja aliasa biasa-biasa saja.
Dibalik penampilan kami tersimpan sifat yang sangat unik. Endo yang terkenal onta arabnya terlalu serring LOLA bahkan sampai oneng kalau kami bertiga bercerita. Entah apa yang mengganggu pikiran sahabat kami tersebut. Sungguh sangat geregetan buat kami melihat ke LOLAan dan ke onengannya. Tapi, menjadi hal yang sangat membuatnya melekat di hati kami. Selain itu juga Endo terkenal manjaaaaanya. Maklumlah, endo anak perempuan satu-satunya di keluarganya. Tak kalah dengan Endo, Iii pun mempunyai karakter sifat yang benar-benar polos. Sangking polosnya sampai-sampai mudah sekali untuk mengagumi seseorang tanpa lihat orang tersebut seperti apa sifatnya. Bukan hanya itu saja, Iii orangnya juga sangat melow dalam urusan hati dan perasaan. Tapi, itu semua yang membuatnya tetap bertahan di hati kami. Lain halnya dengan Endo dan Iii Aku bisa dibilang sosok yang terbiasa untuk mandiri dan tak suka akan hal yang berbau melow. Yah, dalam hal perasaan, aku memang orangnya terlalu sering menggunakan insting. Tapi, untuk urusan sosial aku sudah pasti menggunakan perasaan bahkan sampai tak tega melihat orang kesusahan. Walaupun tak bisa bantu dalam segi materi, setidaknya aku berusaha untuk berikan solusi. Itulah yang membuat mereka bertiga pun mempercayai aku sebagai orang yang tepat untuk dimintai solusi.
Lalu, bagaimana dengan Tirta yang kelihatan sangat sederhana itu ?? Dibalik kesederhanaan seorang Tirta, ternyata dia seorang yang super duper gaul abiesss diantara kita. Setiap gang-an siapa sih yang tak kenal dia ?? Preman pasar saja kenal sama dia.... hehehee.... Dialah penyimbang kami semua. Walau cuma dia satu-satunya cowo yang berada diantara kami, tapi perasaan yang dimilikinya begitu sangat peka terhadap kami dan wanita pada umumnya. Tak ayal membuat kami pun mempercayainya untuk berbagi cerita dalam hal apapun. Karena Tirta pun orang yang dewasa dalam berpikir sekaligus sangat konyol alias humoris abiessss.... Makanya kalau kami kumpul tanpa dia ada suasana penghibur yang hilang di telan planet bumi. hahhaaaa.....
Kami berempat saling melengkapi. Sebelum kami lulus dari bangku SLTA, kami selalu aktif mengikut berbagai kegiatan remaja di gang-an terutaman Tirta. Rasa pedulinya kepada anak-anak di gang-an kami dia sampai mengadakan kerjasama untuk kursus komputer yang diadakan gratis di gang-an kami. Sehingga, anak-anak yang belum bisa mengoperasikan komputer dapat mengoperasikannya. Itulah Tirta, selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab dan insya alloh ikhlas ^_^
Bukan hanya itu saja, keluarga kami pun saling mengenal satu sama lain. Jadi, insya alloh tidak menimbulkan fitnah jika hanya Tirta saja yang cowo diantara kami. heheheee.... Keluarga kami sudah memberikan kepercayaan untuk kami berempat menjalin persahabatan karena menurut mereka persahabatan kami memberikan banyak manfaat positif. Sehingga mereka pun tak terlalu khawatir tapi tetap mengawasi kami dari belakang sebagai bentuk rasa kasih sayangnya kepada kami anak-anaknya.
Namun, dunia kampus dan dunia kerja membuat semuanya yang sudah tercipta hampir sempurna menjadi tertimbun oleh tumpukan pasir. Semua massa-massa kebersamaan antara kami sedikit demi sedikit tak lagi kami rasakan ketika Aku, Endo dan Tirta memilih untuk melanjutkan pendidikan di perguruan yang telah kami pilih. Aku memilih kampus di Depok, Endo memilih di Bogor, dan Tirta memilih tetap setia di Jakarta yang telah membuatnya nyaman. Sementara Asri tak memilih untuk mengejar karirnya dan bekerja di daerah Jakarta juga. Kesibukan kami masing-masing yang telah menyita waktu membuat kami lupa bahwa kami punya cerita indah di sebuah gang-an yang tak terlalu megah namun begit asri lingkungannya.
Alloh selalu mempunyai cara lain untuk menegur hamba-Nya yang sudah lalai. Aku sadari bahwa kami berempat telah lalai dalam menjaga tali silahturahmi. Sehingga Alloh tanamkan kembali perasaan yang dulu pernah kami merasakan ketika bersama-sama dahulu sebelum sibuk dengan kegiatan kami masing-masing.
Sore itu, tepat Aku sedang menunggu bus untuk pulang ke Jakarta. Sambil menunggu bus datang, aku pun tengah asyik bermain hp dengan membuka appilication yang disebut FB. Paginya memang sempat Aku dan Endo bersanda gurau di wall. Dan ketika Aku membuka Fb kembali, subhanalloh, ternyata Tirta pun memberikan comment. Yang terjadi kami langsung saut-sautan di Fb dan tak ayal canda gurau serta tawa tercipta. Tiba-tiba Aku pun teringat akan massa-massa itu. Massa-massa dimana kami sering menghabiskan waktu bersama di sebuah gang yang asri dan merindukan. Aku lantas sms Endo dan mengajaknya untuk ketemuan di suatu tempat. Kebetulan sore ini juga dia pulang ke Jakarta dari Bogor. Setelah kesepakatan terucap, aku pun langsung naik ke bus yang sudah aku tunggu. Sementera, Endo baru jalan dari Bogor setelah bus yang Aku tumpangi masuk TOL.
Kemacetan yang panjang mampu membuat lamanya perjalanan yang sudah kami sepakati. Akhirnya, Aku pun merubah tempat ketemuannya dengan maksud agar tidak terlalu malam pulangnya. Endo pun tak keberatan dan akhirnya aku pun tiba lebih dahulu dari Endo. Dan Aku langsung dengan sigap berjalan ke arah masjid di tempat kami janjian bertemu untuk menunaikan sholat maghrib dan kemudian di lanjutkan dengan Isya setelah adzan sholat isya berkumandang 20 menit dari aku selesai menunaikan sholat maghrib.Setelah siraman ayat-ayat suci Al-qur'an ku lantuntkan, aku pun beranjak keluar masjid untuk menunggu sahabatku Endo. Namun, cuaca merubah keadaan. Hujan rintik-rintik pun jatuh membasahi bumi sehingga membuatku berpikir kembali untuk bertemu dengan Endo.
Karena Aku tak tega jika Endo harus hujan-hujanan dan dia pulangnya bisa lewat larut malam. Apalagi ketika aku menunggunya dia masih dalam perjalanan yang lumayan cukup jauh. Dan aku pun memintanya untuk langsung pulang saja karena khawtir hujan deras. Akhirnya, kami pun sepakat untuk membatalakan pertemuan kami.
Memang sungguh tak Aku duga ternyata langit pun cerah kembali dan Endo pun di jemput oleh Tirta. Seketika itu pun, Endo langsung mengajak Aku ketemuan di bascampe kami. Aku pun langsung melangkahkan kaki ku ke arah tersebut karena untungnya belum angkot yang aku tumpangi belum melewatinya. Sungguh, tidak aku duga ini semua terjadi. Sungguh tidak pernah di rencanaka sebelumnya. Perjanjian yang tadinya batal pun akhirnya di persatukan kembali oleh Alloh bahkan di lengkapkan oleh satu sahabat kami yaitu Tirta. Senyum lepas pun kami berikan ketika kami berpelukan (hanya Aku dan Endo lhoooo... ehehehehehehe)
Berhubung bascampe kami penuh kami pun langsung sigap mencari tempat makan karena perjalanan yang panjang serta macet yang menyita membuat kami merasa sangat lapar. Lain halnya dengan Tirta yang sudah kenyang. Namun, tahu apa yang terjadi ?? Tirta mentraktir kami di sebuah lesehan makanan yang menjadi favoriteku bersama keluargaku."Huaaahhhh senangnya lama tak bertemu dan membuat rindu kalian !!!!" ujarku dengan wajah yang penuh dengan ceria. Kebersamaan malam ini memang sangat seru dan tak terencana sebelumnya. Tapi, ada yang kurang !!! Yap, benar sekali !!! Tidak ada Iii di antara kami. Diantara kami dialah yang lebih memilih untuk melanjutkan bekerja. Dan pekerjaannya sungguh sangat menyita waktunya sampai malam. Oleh karena itu kami tahu disaat kami bekumpul, Asri berada di tempat kerjanya. Sungguh, sangat ironi sekali. Kami disini sedang berlepas kangen namun satu sahabat kami harus tersita di tempat kerjanya. Walau Iii tidak bersama kami, tapi kami tak lupa untuk membicarakannya sambil mengingat-ingat massa lalu kebersamaan kami. Dan kami pun tak lupa menceritakan tentang diri kami yang sudah berbeda wilayah menuntut ilmu.
"Ku sangat bersyukur, Ya Robbku !!! Engkau anugerahkan sahabat-sahabat seperti mereka yang tak henti-hentinya memeberikan motivasi hidup. Krikil kecil yang sering menggangu langkah kami membuat kami tak merasa gentar mengarungi indahnya samudera yang luas untuk bisa mencapai menara Effiel yang menjulang tinggi di dunia. Robb, persatukan selalu rasa sayang dan persaudaraan ini agar kami dapat mencintai karena Engkau, membenci karena Engkau dan berahan pun karena Engkau, Yang Maha Agung. Senyuman mereka bak mentari yang mampu membuatku terbangun di kala tusukan embun membuatku terlena akannya. Terima kasih untuk persahabatan yang indah ini, duhai sobatku !!!!"
“PRAPHULLITA”cetusku dan Sandra dengan lantang dan kompaknya. Siang itu, Aku, Sandra dan ketiga sahabatku lainnya yaitu, “Dessy, Via dan Mpeb” sedang mengerjakan tugas kampus di rumah Via. Tumpukan buku dan kertas yang berserakan di ruang belajar terkesan layaknya Profesor yang sedang melakukan penelitan. “Duh, gw nyerah dah !! Gak nemu nih jawaban yang No. 3 !!” ujarku dengan pasrahnya. “Heee, tuh si Rya aja udah kewalahan apalagi kita ?? Ya udah break dulu aja.” Via menimpali.
Saat break itulah kami iseng sedang mencari-cari nama yang pas untuk persahabatan kami. Otak pun tak berhenti berputar seperti planet bumi kita ini yang tak pernah berhenti mengelilingi matahari. Via yang terkenal dengan Mrs. Britishnya pun akhirnya mengotak-atik notebooknya untuk searching nama-nama yang pas dari berbagai Negara yang mempunyai makna“CERIAA !!” Setelah semua nama terkumpul, Via pun memberikannya kepada kami untuk memilih. Bak memilih nama untuk seorang anak yang baru lahir, adu pendapat dengan berguyon pun terjadi. Pada akhirnya, kami pun menjatuhkan hati pada sebuah nama yang unik dan di jamin orang-orang bakal nerka-nerka apa itu“PRAPHULLITA”??? yang tak lain adalah CERIA dalam bahasa India.
Alasan kami memilih nama Ceria karena setiap hari yang kami habiskan bersama selalu penuh dengan tindakan yang super duper gokil dan tak ayal membuat urat malu putus. Jadi, hati-hati saja orang-orang yang akan kumpul dengan kami pasti akan tertular penyakit GILAnya dan menjadi uji mental buat mereka yang ciut nyalinya. Bagaimana tidak, setiap orang yang ikut nimbrung dengan mereka berlima, dengan sigap kami mengerut dahi sambil berbisikan, “Eh, ada mangsa baru. Siap-siap buat mereka gila. [heheee J]” Bagi mereka yang kuat nyalinya akan tetap enjoy berjam-jam bersama kami, tapi buat mereka yang nyalinya ciut akan geleng-geleng kelapa eh maksudnya kepala dan dengan langkah seribu pun kocar-kacir dari tempat kami duduk.
Sebuah nama yang memang pantas untuk kami berlima. DenganSandra atau yang kerap kita panggil dengan sapaan "SaLek" ini mempunyai wajah orientalnya yang tak jarang membuat orang terkesima. Bagaimana tidak, tubuh tinggi semampai dengan berat badan yang jadi incaran banyak wantia [tidak kurus tidak gemuk]. Ditambah wajahnya yang ke orientalan membuat banyak mata tertuju padanya. Tapi, wajah itulah yang kerap kali membuat kami gergetan ingin meninjunya. Bagaimana tidak, kami harus berbesar dan bersabar hati jika kami memanggilnya. Jarak dekat, jarak jauh Rp 3.000,- [Oops, itu mah tarif angkutan umum yee ??] maksudnya jarak dekat ataupun jauh tak membuatnya sadar akan teriakan kami memanggilnya. Bahkan urat leher pun hampir putus kalau memanggilnya. Julukan "SaLek" itu diberikan bukan karena tanpa alasan. Alasannya karena wajahnya yang cuamiikkk punya makanya kita harus merubahnya menjadi not good. "Salek" singkatan dari "Sandra jeLek". Namanya juga "Praphullita" jadi harus serba orang-orang ancurrrr di dalamnya. hahahahahahahaaaaa
Pernah suatu hari ketika kami berlima melangkahkan kaki ke gedung kampus, dari jarak yang tak terlalu jauh di depan kami – teman SMA Sandra dan Via – memanggilnya, “Sandra !!” Kami berempat yang mendengarnya dengan jelas, “Hmm, mulai dah THTnya terganggu.” Gumam kami masing-masing. Kami pun melanjutkan langkah dan temannya pun tak berhenti memanggilnya, “Sandra !!” kali ini agak lebih kencang nadanya. Aku dan Eccy yang berada tepat di sampingnya pun langsung menoelnya dan meneriakinya, “Sandra !!! Temen lo dari tadi manggil lo !!!” akhirnya Sandra pun mulai tersadar, “Haaah, siapa emangnya ??” tanyanya dengan wajah tak berdosa. “Tuh, depan kita !!” tunjukku dengan senyum terpaksa.
“Busyet dah lo, San !! di panggil dari tadi gak nengok-nengok. Hampir putus nih urat leher gw !!” tegur temannya mendekat. “Eehh,, maaf !!” jawabnya dengan polos. “Jangan kaget, Fan !! Lain kali kalau manggil Sandra tuh yang sabar yah !! Kita aja udah cukup saabbaarr bgt !!” ujarku menimpali.
Kalau kami berempat harus dengan sabarnya menghadapi THTnya Sandra, lain halnya dengan sikap kami ketika menghadapi SELEBORnyaVia atau si "Kebo". Diantara kita berlima dialah yang paling OVER PD kalau dalam penampilan dan apa pun itu. Rambut yang urakan dan hanya di sisir satu kali dalam seminggu membuatnya terasa nyaman. Tak jarang Via pun ke kampus GAK MANDI !!! [sssttt rahasia kita doang !!] Namun, tetap itu membuatnya Sangat PD dengan penampilannya. Padahal, kita berempat sudah berbusa menasihatinya [tapi dengan geregatan]. Bukan hanya itu saja, doi orangnya paling tinggi mimpinya untuk jadi Istri dari seorang pembalap dunia Jorge Lorenzo. Setiap hari yang dilakukannya only Online dimana pun dan kapan pun hanya untuk mengetahui kabar ter-update dari Sang Idolanya. Hal ini juga yang membuat kami dan orang tuanya menggeleng-geleng kepala karena seringnya doi Online sampai lupa waktu dan dirinya.
Malam di jadikan siang dan siang dijadikan malam baginya. Tak jarang dia pun tertidur di waktu dosen mengajar. Makanya kami selalu siaga 5 kalau udah dosen menerangkan materi. Via harus berada diposisi tengah-tengah di antara kami agar ketika doi tertidur kami langsung membangunkannya. Urat nyaris putus kalau menasihatinya tapi tetep tak merubahnya menjadi wanita yang lebih anggun dan lebih real lagi. Semuanya itu menyebabkan kami memberikan julukan yang sangat pas yaitu si "Kebo" [hihiihihiiii......]
Tak cukup dengan ulah Sandra dan Via, Praphullita pun di warnai dengan sikap TuLaLitnya Dessy dengan sapaannya "Oneng". Tiap kali kami kumpul dan bercerita, Eccylah yang akan selalu membuat terhambatnya cerita kami dan tak ayal membuat kami pun mengelus dada dengan sikapnya itu. Maklumlah, di antara kami doilah yang mempunyai pacar. Teramat sering doi pun menangis karena cowoknya itu. Mungkin ini yang menjadikannya terlalu TuLaLit !! Sering banyak melamun karena sikap cowoknya yang membuatnya serba salah sebagai ceweknya. Kami pun tak tega kalau sudah melihat doi melamun bahkan doilah yang paling tidak focus dengan kuliahnya.
Tak berbeda jauh dengan Dessy,Mpebpun demikian. Mpeb yang kerap kami panggil "Ngek"karena bibirnya yang seksi kalau ngambek sangat membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk mengartikan kalimat demi kalimat yang kami sampaikan alias LOLaaaa. Pegel hati kalau sudah doi minta di perjelas maksud dari kalimat kami. Bisa makan waktu berjam-jam bahkan berepisode-episode.[huhfff]
Sepertinya, tak lengkap jika tak ada orang benernya di suatu kelompok. Yah, diantara kami, bisa di katakan Akulah yang menjadi sosok plus dikitlah. Penampilanku memang berbeda dari ke empat sahabatku. Aku yang enjoy dengan busana muslimku tak menghalangi diriku berada di tengah-tengah sahabatku. Selain itu, Akulah yang menjadi sosok Ibu diantara Praphullita. Hal ini mungkin karena Aku lebih dahulu terlahir ke dunia di bandingkan ke empat shabatku. Tak ayal ketika mereka bertindak kelewatan kekanak-kanakan, Akulah yang menjadi Rimindernya. Pemikiranku yang kerap kali dewasa pun menjadi hal yang membuat mereka selalu percaya mencurahkan isi hati mereka dan meminta nasihat kepadaku [karena umurku yang paling tua, jadi lebih duluan banyak makan asam garamnya [heehe]. Itulah sebabnya aku di juluki"UCil"yang tak lain adalah "Ummi Cilik"
Namun, nama juga Praphullita, sebagus-bagusnya orang tetep kalau sudah bergabung dengan Praphullita pasti jadi gak bagus [nah lohh ?!]. Akulah yang kerap kali lupa akan sesuatu. Mungkin, makanan yang aku makan sejam yang lalu aku bisa lupa. Mungkin Factor usia juga kali yah yang membuatku menjadi sosok nenek dalam Praphullita. [Hahaaaaa]
Beginilah warna-warni dalam kehidupan Praphullita. Tak ayal teman-teman di kelas selalu mentertawakan kami karena kekonyolan kebiasaan kami masing-masing. “GAK ADA KITA GAK RAMEEEE !!” itulah semboyan yang kerap kami terapkan. Namanya juga Praphullita,, pengennya Cuma ingin melihat orang merasa senang dan ceriaa tiap kali bertemu dengan kami. Kalau kami melihat ada teman atau orang lain cemberuttt, sebisa kami untuk menghiburnya. Visi da Misi kami tak lain hanyalah ingin melihat teman-teman di sekeliing kami tak perlu susah payah memikirkan problematika hidupnya sebagai manusia khususnya remaja. Bukan hidup kalau tidak susah. Jauh lebih susah lagi kalau di pikirkan terus menerus yang membuat uban tumbuh di kepala kita. [heheeheeee]
Kalau hidup sudah terbebani maka jalan ke depannya untuk menumukan solusi bak mencari jarum di tumpukan jerami. Oleh karena itu, ada baiknya kita sebagai remaja pun memanfaatkannya dengan baik. Masa remaja yang hanya sekali kita alami dan tak akan terulang lagi.
Walau banyaknya kekurangan yang menghiasi dinding persahabatan kami, tak membuat kami meraskan hal yang begitu sangat kurang. Kami selalu menjadikan kekurangan yang ada pada diri kami sebagai suatu kelebihan yang belum tentu orang lain memilikinya dan bangga dengan kekurangannya itu. Justru kami merasa sangat kehilangan jika di antara kami ada yang tidak masuk kelas. Bak sayur tanpa garam suasananya.
Gangguan telinganya Sandra tak membuat kami memecatnya menjadi sahabat kami. Ke Seleboran Via pun demikian. Walaupun Eccy TuLaLit dan kurang focus dalam belajar tetap membuat kami menyayanginya sebagai sahabat kami yang tak bisa di gantikan. Begitupun dengan Mpeb. Lolaaanya tak membuat kami menjauhinya dan berhenti mendengarkan ceritanya. Kalau Praphullita bisa menerima segala kekurangan yang ada pada diri masing-masingnya, sudah pasti dengan kehadiranku pun tak membuat mereka merasa minder karena penampilanku yang muslimah.
Tinggal menunggu MASUK REKOR MURI aja kami berlima. Bagaimana tidak, lengkaplah sudah keONENGAN, keGILAAN, bahkan URAT MALU kami nyaris putus. [hahahaaa]. Pesan kita, “PD AJA LAGII !!”
di tempat inilah kita habiskan waktu dalam penat..
berbagi cerita suka dan duka dalam deburan ombak yang menggemuruh..
terpaan angin yang membawa diri kita menjadi dekat..
seakan tak ada penghalang di antara kita..
perbedaan yang begitu jelas di pelupuk mata..
tak membuat kita menjadi jauh dan saling bersiku sekam..
walau tahu semua itu tak mudah untuk di samakan..
kita terlalu kuat dalam lekamnya malam..
sehingga ombak pun terkalahkan dalam melumpuhkan kaki kita..
di tempat ini kita menyatu dalam perbedaan..
di tempat ini cerita itu di mulai..
dan tak berharap semua itu hanya tinggal cerita yang menyesakkan di relung jiwa..
di tempat ini aku merasakan arti hadirmu dalam setiap langkah hidup..
perbedaan itu memang ada..
perbedaan itu yang membuat kita merasa saling menghargai..
walaupun perbedaan itu tak ku sangkal akan sulit menjadi kunci antara hatiku dan hatimu..
perbedaan itu seakan tak ada bak siput yang bersembunyi dalam rumahnya..
akankah kita tetap seperti ini ??
akankah kita menjadi satu dalam perbedaan itu ??
akankah perbedaan itu terasakan kelak ketika kita telah tersadarkan dari indahnya dunia ??
akankah kita tetap mengerti walau apapun yang terjadi ??
sungguh, sangat sulit ku menjawab itu semua..
Tuhan,,
perbedaan itu ada karena Engkau izinkan..
rasa sayang itu pun Engkau izinkan hadir diantara kami..
kenangan itu pun tercipta karena Engkau telah izinkan..
semua sudah tertulis dalam kitab-Mu yang Maha Agung..
ku mohon agar hatiku dan hatinya tetap bersama..
ku mohon agar dirinya tak melupakan semua yang telah terukir..
ku mohon agar perbedaan itu tak menjadi kerikil kecil yang berdampak besar dalam hidup kami kelak..
ku mohon semua ini bisa kami atasi bersama..
jika perbedaan itu pada akhirnya bisa mengalahkan kuatnya cinta kami..
jika suatu saat nanti Engkau menginginkan perpisahan itu..
jika aku dan dia memang harus seperti ini..
ku sangat takut akan perpisahan itu..
ku sangat tak mengingkan dirinya hilang di telan ombak yang telah menyatukan hati kami..
ku menginginkan dia tetap menjadi sosok yang tak lekam oleh waktu..
ku tak meminta untuk perbedaan itu sirna diantara kita..
karena itu adalah kuasa-Mu..
ku mohon yang terbaik menurut-Mu..
ku pasrahkan rasa sayang ini hanya pada-Mu..
jangan pernah menjauh karena perbedaan itu, duhai kawanku..
jangan pernah berhenti untuk melangkahkan kaki kita dalam arungi lautan yang besar, duhai kawanku..
tak mengapa jika menyayangimu tapi tak memiliki hatimu yang terlalu kuat.
love you my friends..
all of story are happened between you and me..
that's will not to delete in my brain..
thanks for your smile for me..
thanks for your time for me..
thanks for all of things have been happened..
duhai sahabatku,
ku merindukan hari-hari yang dulu kita arungi bersama..
ku merindukan sosokmu dalam hari-hariku..
ku merindukan akan setiap semangat dan senyuman yang kau beri di kala ku terjatuh..
ku merindukan balutan sayangmu dalam nyatanya hidup..
duhai sahabatku,
kau telah melukiskan pelangi dalam langit hidupku..
kau telah mengubah awan kelam itu menjadi secercah harapan..
kau hargai aku dalam lekamnya dunia..
kau perkuat semua itu dalam balutan KASIH SAYANG..
duhai sahabatku,
sekarang kau telah menjauh..
sekarang hari-hariku mulai terasa tak seindah pelangi..
sekarang satu kekuatanku pergi bersamamu..
sekarang jarak telah memisahkan kita..
duhai sahabtku,
ku mengenalmu dalam polosnya dunia..
ku mengenalmu dalam indahnya mutiara..
ku mengenalmu dalam lekukan langkah yang tak tergoyahkan..
duhai sahabatku,
semuanya telah menjadi nyata..
semuanya telah membuat kesimpulan hidup..
semuanya telah terangkum dalam CINTA dan SAYANG..
semuanya tak akan pernah PUDAR dalam balutan Kasih-Nya..
duhai sahabtku,
sejauh apapun langkah kita sekarang..
sejauh apapun langkah kita nanti..
ku akan selalu menyayangimu karena-Nya..
ku akan menunggumu kembali karena-Nya..
agar kita bisa merangkai kisah indah pelangi yang sempat pudar karena lekamnya langit..
duhai sahabatku,
jangan pernah terbesit dalam hati akan hancurnya hati karena jarak..
yakinkan hati jika suatu saat nanti keceriaan dan kegelisahan dulu akan hadir kembali disaat yang di ridhoi oleh Sang Maha Berkehendak..
buatlah satu namaku di album kehidupanmu..
karena ku telah menuliskan tinta namamu dalam lautan hidupku..
duhai sahabatku,
milikilah kasih yang dengan karena-Nya kita dipertemukan..
milikilah cinta yang karena-Nya kita mampu mengarungi samudera yang terbentang..
milikilah kepercayaan yang karena-Nya kita kan melihat secercah harapan dalam langkah kita..
duhai sahabatku,
jarak yang terbentang..
sosok yang banyak datang menghampiri..
lingkungan yang berbeda..
jarangnya cerita hidup.. TAK AKAN PERNAH MEMBUATMU TERGANTIKAN SEBAGAI SAHABAT SEJATIKU.. ^_^
Jutaan orang di dunia ini pastisangat mengharapkan adanya sosok yang mengertinya begitu juga sebaliknya.Pastinya, indah sekali jika sosok sahabat sejati tersebut memang benar-benarada. Sebenarnya, apa sih makna sahabat sejati itu ?? kenapa begitu banyak orangyang menginginkannya ?? Seberapa berati sih sahabat sejati itu dalam kehidupanseseorang ?? Kenapa juga begitu banyak orang yang menyia-nyiakannya ??
Sudah bukan hal yang biasa lagikalau sahabat sejati di saat sekarang ini mungkin sangat sulit kita temukan.Tapi, terkadang banyak juga orang-orang yang menyia-nyiakan sahabat sejati yangada di sekelilingnya. Hal ini sungguh sangat ironi bukan ?? Adayang mencari-cari sosok sahabat sejati, namun disisi lain malah banyak merekayang menyia-nyiakan kehadirannya. Namun, sebenarnya seberapa berharga danpentingnyasosok sahabat sejatiitu sih ?? Apakah kita akan benar-benarmenjaganya ketika keinginan kita untuk mendapatkan sosok sahabat sejati itu benarterwujud adanya ???
Sahabat sejati adalah sosok yangbisa membuat seseorang atau kelompok merasa dianggap karena rasa sayang yang disajikan oleh sahabat sejati. Bukan hanya itu saja, tapi juga menimbulkan rasanyaman dan menjadi tempat berlabuh keluh kesah setelah kita mencurahkannyakepada Sang Pencipta Allah SWT.. Sahabat sejati mempunyai makna yang sangatlekat dalam hati orang yang mendapatkannya. Sosok yang tak lekang oleh waktuwalau kehidupan di dunia berubah warna. Sosok yang tidak akan pergi dari merekayang menganggapnya ada walau di saat dunia pun menjauh darinya. Sosok yang takpernah berhenti benderang buat mereka yang memerlukan kasih sayangnya walaupundirinya harus redup karena berusaha untuk menerangi hidup sahabat yangmemerlukannya. Seperti lilin yang rela menerangi redupnya ruangan yangmembutuhkannya walaupun dirinya harus terbakar dan meleleh. Sosok yang akanselalu jadi pluit buat kita untuk selalu meng-Up-kan semangat mereka yangmembutuhkan sosok kehadirannya. Begitulah sosok sahabat sejati. Tak dapat diungkapkan banyak kata tapi begitu sangat melekat di hati bagi mereka yang mampumeraskan kehadirannya.
Tak jarang terdengar pula, banyakyang berkeluh kesah dalam pencarian sosoknya tersebut. Mungkin karena memanghanya orang-orang terpilih yang dapat merasakan kehadiran sosok sahabat sejatiitu. Dan untuk dapat merasakannya merupakan hal yang tidak mudah. Karena butuhproses yang sangat panjang dan memakan waktu yang cukup lama. Seseorang yangsudah bersahabat bertahun-tahun lamanya pun, tak urung bisa berujung pada perpecahan.Sebabnya banyak, bisa karena adanya perbedaan prinsip, keegoisan yang terkadangsulit terkontrol, pengkhianatan, dan masih banyak lagi.
Tak jarang pula terjadi banyakorang yang sudah mendapatkan sosok sahabat sejati malah menyia-nyiakankehadiran sosok tersebut. Sungguh ironi bukan ?? Di satu sisi, begitu banyakorang-orang yang sangat menginginkan bisa memiliki sosok sahabat sejati danmenjadi sosok yang sejati pula untuk sosok tersebut. Namun di sisi lain, orang-orangyang sudah mendapatkan sosok sahabat sejati tersebut malah menyia-nyiakankehadiran sosoknya. Itulah uniknya Sang Pencipta membuat keadaan seperti ini.Dimana dalam peristiwa ini terdapat kesimbangan hidup. Adanya kekurangan dankemudian dilengkapi oleh sosok lain yang memang tidak bisa menyempurnakan tapibisa menyeimbangkan.
Pada umumnya, sosok sahabatsejati itu kehadirannya lebih di sia-siakan. Mungkin banyak alasan yang membuatmereka yang seharusnya bersyukur karena di hampiri oleh sosok tersebut, malahmenyia-nyiakannya. Hal ini bisa dikarenakan orang tersebut terlalu sibuk dengankegiatan pribadinya. Sampai-sampai tidak menyadari bahwa ada sosok yangmenunggunya dengan setia(walau tidak sesetia Sang Pencipta Allah SWT., yangselalu dengan pasti SETIA untuk hamba-Nya) walau hanya untuk sejenak rehat darikepenatan masalah yang datang. Bisa juga karena orang tersebut mempunyaianggapan bahwa sosok sahabat sejati adalah mereka yang cocok untuk diajakkemana pun dan kapan pun atau melakukan hal-hal yang dapat mendatangkan manfaathanya untuk dirinya sendiri.
Padahal, sosok sahabat sejati itubukanlah mereka yang demikian. Karena sahabat sejati adalah mereka yang justruselalu menjadi RIMINDER di kala kita salah dan benar. Agar setiap langkah kitaseiring dengan ketentuan yang berlaku dengan Hukum Sang Pencipta Allah SWT..Bukan berati ketika sahabat sejati menolak untuk melakukan sesuatu yang kitaingini, itu berati mereka bukanlah sosok sahabat sejati yang kamu cari.
Nah, ada baiknya bukan, jika kita yang sudah mendapatkan sosok sahabatsejati berusaha dengan sekuat tenaga untuk mempertahankannya ?? Sebelumterlambat, kan ada baiknya kitamemperbaiki semuanya. Sebelum semuanyaterlamabat. Ketika kita menyadarinya, malah sosok sahabat sejati tersebut sudahpergi menghadap Sang Pencipta. Atau bisa jadi sosok sahabat sejati tersebutsudah menemukan sosok yang lebih mengharapkan kehadirannya. Ketahuilah, bahwaketika itu semua terjadi, kita akan menjadi sosok orang yang sungguh merugi.Akankah waktu akan berpihak pada kita kembali ketika kita menyadari bahwa sosoksahabat sejati tersebut telah tiada ??
Karena memiliki sosok sahabatsejati bagai menemukan harta karun. Dimana, ketika orang yang medapatkan hartakarun akan berusaha semaksimal mungkin agar harta karun tersebut tetap menjadimiliknya. Waktu ketika kita menemukkannya adalah KESEMPATAN. Dimana kita takpernah tahu kapan kesempatan itu datang menghampiri kita. Akankan kitamenyadarinya ketikaKESEMPATANitu datang ??? Sehingga kita bisa sedia payungsebelum hujan. Tapi, bagaimana jika kita tidak menyadarinya ?? Akankan kitaakan tetap diam dan meratapi semuanya ?? Dan itu terjadi karena kelalaian kitayang tak memanfaatkan waktu yang Sang Pencipta berikan untuk kita ??
Pada akhirnya, sosok sahabatsejati hanyalah manusia biasa yang tak sempurna dan sering melakukan kesalahan.Seperti pada umumnya manusia yang mempunyai rasa letih dan ingin sekalimengakhiri petualangannya dalam pencarian sejatinya sahabat yang dapatmenyeimbanginya dalam langkah yang terkadang merapuh dan tertiup oleh anginkencang dari ketetapan langkahnya. Jika sosok sahabat sejati sudah mulaimelepaskan genggamannya yang kuat untuk mempertahankan sebuah hubungan sejati,itu bertanda bahwa nafasnya sedang berada di ujung kerongkongan. Karenabaginya, melepaskan genggaman itu ibaratmembuang jarum dalam jerami yang akan sangat sulit lagi untuk di carinya ketikamelepaskannya. Namun, menyadari bahwa mungkin sosok sahabat yang dicintainyaakan jauh lebih bahagia bila tanpa kehadiran sosok sahabat sejati tersebut.
Sungguh, jika hal itu yangterjadi, kita sebagai pencari kesetiaan dalam bersahabat akan sangat merasakankehilangan yang tak mungkin hilang dalam sekejap. Hilangnya sosok sahabatsejati jauh lebih berati dan terasa di relung jiwa dibandingnkan dengan kehilangansosok pria idaman dalam hati.
Yuk,SEGERALAHkita koreksi diri. Apakah kita termasuk orang-orang yang sudah memanfaatkan kesempatan yang telah Sang Pencipta hadirkan untuk kita ?? Atau masalah kita masih terlena dengan duniayang memberikan banyak sosok sahabat namun bukanlah idaman Sang Pencipta ?? Alangkah indahnya jika memiliki sosok sahabat sejati yang mencintai danmenyayangi Sang Pencipta dan Sang Pencipta pun mencintai dan menyayanginya ???[insya allah]